Harga Minyak Bergolak Jelang Rilis Kebijakan Suku Bunga The Fed
Rabu, 27 Juli 2022 - 10:48 WIB
loading...
Harga minyak dunia naik jelang rilis suku bunga The Fed. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada awal perdagangan pagi ini, Rabu (27/7/2022), setelah rilis data industri Amerika Serikat menunjukkan tingkat konsumsi yang cukup besar atas persediaan saat ini. Pasar menantikan hasil keputusan Bank Sentral AS (Federal Reserve/ The Fed ) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan Rabu ini.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Jatuh Jelang Pertemuan Fed Pekan Ini
Data bursa Intercontinental Exchange hingga pukul 10:11 WIB menunjukkan minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 0,06% menjadi USD104,46 per barel. Dalam lima hari terakhir Brent kontrak ini masih tertekan 2,36%.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) mencatat untuk pengiriman September tumbuh 0,26% menjadi USD95,23 per barel. WTI turun 4,68% dalam lima hari perdagangan.
Selain sentimen The Fed, pasar minyak juga mencermati laporan kelompok industri American Petroleum Institute (API) yang mencatatkan penurunan persediaan minyak sebesar 4 juta barel pada pekan lalu. Hal tersebut melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan 1 juta barel.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Jatuh Jelang Pertemuan Fed Pekan Ini
Data bursa Intercontinental Exchange hingga pukul 10:11 WIB menunjukkan minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 0,06% menjadi USD104,46 per barel. Dalam lima hari terakhir Brent kontrak ini masih tertekan 2,36%.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) mencatat untuk pengiriman September tumbuh 0,26% menjadi USD95,23 per barel. WTI turun 4,68% dalam lima hari perdagangan.
Selain sentimen The Fed, pasar minyak juga mencermati laporan kelompok industri American Petroleum Institute (API) yang mencatatkan penurunan persediaan minyak sebesar 4 juta barel pada pekan lalu. Hal tersebut melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan 1 juta barel.
Lihat Juga :