Krisis Gas, Eropa Diyakini Sulit Terhindar dari Resesi
Rabu, 27 Juli 2022 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mengatakan bahwa Jerman harus mengurangi konsumsi gasnya. Dia mengatakan dalam skenario pasokan rendah, gas untuk industri akan dikurangi sebelum rumah pribadi atau infrastruktur penting seperti rumah sakit.
"Tentu saja ini menjadi perhatian besar, yang juga saya bagikan, bahwa ini bisa terjadi. Kemudian rantai produksi tertentu di Jerman atau Eropa tidak akan lagi berproduksi. Kami harus menghindari itu dengan semua kekuatan yang kami miliki," katanya.
Dengan beragam sanksi yang diterima Rusia sebagai tanggapan atas perangnya di Ukraina, gas dinilai menjadi salah satu senjata yang dapat digunakannya untuk melawan Eropa. Akibatnya, wilayah yang menerima sekitar 45% dari pasokan tahunannya dari Rusia ini berusaha mati-matian untuk mencari alternatif.
Kecuali jika situasinya berubah secara dramatis, para analis memperkirakan musim dingin yang sulit di masa depan untuk benua itu. "Biaya energi yang tinggi mendorong Eropa Barat menuju resesi," kata S&P Global Market Intelligence dalam sebuah laporan, Minggu.
"Perkiraan Juli kami sudah memasukkan kontraksi kuartal kedua yang ringan dalam PDB riil di Inggris, Italia, Spanyol, dan Belanda. Dengan kenaikan inflasi yang mengejutkan, bank sentral meningkatkan kecepatan pengetatan kebijakan moneter. Sementara rebound dalam pariwisata dan layanan konsumen mungkin memberikan sedikit peningkatan di kawasan itu pada kuartal musim panas, kemunduran lain kemungkinan terjadi pada kuartal keempat karena pasokan energi yang tidak dapat diandalkan," ungkap laporan tersebut.
Baca Juga: Eropa Ketakutan Bila Putin Nekat Matikan Keran Pasokan Gas Rusia
"Tentu saja ini menjadi perhatian besar, yang juga saya bagikan, bahwa ini bisa terjadi. Kemudian rantai produksi tertentu di Jerman atau Eropa tidak akan lagi berproduksi. Kami harus menghindari itu dengan semua kekuatan yang kami miliki," katanya.
Dengan beragam sanksi yang diterima Rusia sebagai tanggapan atas perangnya di Ukraina, gas dinilai menjadi salah satu senjata yang dapat digunakannya untuk melawan Eropa. Akibatnya, wilayah yang menerima sekitar 45% dari pasokan tahunannya dari Rusia ini berusaha mati-matian untuk mencari alternatif.
Kecuali jika situasinya berubah secara dramatis, para analis memperkirakan musim dingin yang sulit di masa depan untuk benua itu. "Biaya energi yang tinggi mendorong Eropa Barat menuju resesi," kata S&P Global Market Intelligence dalam sebuah laporan, Minggu.
"Perkiraan Juli kami sudah memasukkan kontraksi kuartal kedua yang ringan dalam PDB riil di Inggris, Italia, Spanyol, dan Belanda. Dengan kenaikan inflasi yang mengejutkan, bank sentral meningkatkan kecepatan pengetatan kebijakan moneter. Sementara rebound dalam pariwisata dan layanan konsumen mungkin memberikan sedikit peningkatan di kawasan itu pada kuartal musim panas, kemunduran lain kemungkinan terjadi pada kuartal keempat karena pasokan energi yang tidak dapat diandalkan," ungkap laporan tersebut.
Baca Juga: Eropa Ketakutan Bila Putin Nekat Matikan Keran Pasokan Gas Rusia
Lihat Juga :