Daftar 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia, No 1 Ternyata Tetangga

Rabu, 27 Juli 2022 - 15:11 WIB
loading...
Daftar 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia, No 1 Ternyata Tetangga
Kebanyakan orang kemungkinan mengira bahwa China menjadi negara yang paling loyal memberikan utang ke Indonesia. Tapi ternyata salah, berikut daftar 5 negara pemberi utang terbesar ke Indonesia. Foto/Dok BI
A A A
JAKARTA - Utang pemerintah berulang kali dijelaskan masih dalam kondisi aman, seperti yang sempat disampaikan bendahara negara. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Juni sebesar 39% dianggap masih sehat karena adanya penurunan rasio terhadap PDB.

Baca Juta: Jebakan Utang Kembali Menggema, 4 Proyek Nasional Ini Didanai Utang dari China

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mencatat penerimaan yang kuat dari ledakan komoditas berhasil mendorong penurunan rasio utang terhadap PDB sebesar 13%.

"Pandemi sekarang sudah memasuki tahun ketiga, tapi masih banyak negara yang mengalami defisit sangat dalam. Beberapa negara bahkan rasio utangnya lebih dramatis, sudah mencapai di atas 60% bahkan ada yang 80% bahkan 100% terhadap PDB," ungkap Sri Mulyani dalam UI International Conference on G20, akhir Juni kemarin.

Baca Juga: Indonesia Kelilit Utang Rp7.000 Triliun, Ma’ruf Amin: Tidak Merusak Kedaulatan Negara

Lain lagi dengan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin yang menerangkan, utang Indonesia mencapai Rp7.040 triliun sudah diperhitungkan dan tidak merusak kedaulatan negara.

“Tentu saja sudah kita perhitungkan tidak merusak kedaulatan negara, itu sudah pasti. Karena itu sudah diperhitungkan dan pemerintah dengan perhitungan mampu membayar kembali utang itu dengan baik sesuai dengan rencana,” kata Wapres Ma’ruf Amin di sela-sela kunjungan kerja di Nusa Tenggara Barat, akhir Juni kemarin.

Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per Mei 2022 dikeluarkan Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang melaporkan bahwa Utang Luar Negeri Indonesia tercatat sebesar USD406,3 miliar atau setara Rp6.082,8 triliun (Kurs Rp14.971 per USD).

Darimana saja Indonesia mendapatkan utang tersebut, berikut daftar negara yang memberikan utang terbesar kepada Indonesia:

1. Singapura

Mungkin banyak yang tidak menyangka, jika negara tetangga Singapura berada di posisi pertama sebagai negara dengan peminjam utang terbesar untuk Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Singapura sejauh ini menggelontorkan dana pinjaman ke Indonesia mencapai sebesar

Singapura menjadi negara dengan peminjam utang terbesar untuk Indonesia dalam laporan ULN yang dirilis oleh Bank Indonesia. Sejauh ini, Singapura diketahui meminjamkan dana ke Indonesia dengan total sebesar USD59,8 miliar setara dengan Rp895 triliun.

Utang yang diberikan Singapura ke Indonesia cenderung menurun apabila dibandingkan dengan data April, dimana tercatat mencapai Rp60,9 miliar.

2. Amerika Serikat (AS)

Pada posisi selanjutnya ada Amerika Serikat sebagai pemberi kredit terbesar kedua untuk Indonesia. Dikutip dari laporan ULN yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), dilaporkan bahwa Amerika setidaknya telah memberikan pinjaman sebesar USD34,8 miliar yang jika dirupiahkan sebesar Rp521,9 triliun.

3. Jepang

Jepang bertengger di posisi ketiga dengan total utang ke Indonesia sebesar USD25,1 miliar atau sebesar Rp.376,9 triliun.

4. China

Kebanyakan orang kemungkinan mengira bahwa China menjadi negara yang paling loyal memberikan utang ke Indonesia. Tapi ternyata salah, karena China hanya menduduki peringkat ke-empat sebagai negara pemberi utang terbesar ke Indonesia dengan total pemberian utang sebesar USD21,77 miliar atau Rp326,05 triliun.

5. Hong Kong

Pada peringkat kelima ada Hong Kong yang berdasarkan data BI, total pemberian pinjaman ke Indonesia mencapai sebesar USD17.54 miliar.

Selain itu ada juga Korea Selatan, Belanda dan Jerman yang cukup besar memberikan utang ke Indonesia. Tak ketinggalan Prancis dan posisi terakhir 10 besar ditempati Inggris dengan total pinjaman sebesar USD3,7 miliar.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3042 seconds (10.55#12.26)