Jebakan Utang Kembali Menggema, 4 Proyek Nasional Ini Didanai Utang dari China

Sabtu, 23 Juli 2022 - 19:10 WIB
loading...
Jebakan Utang Kembali...
Utang terselubung China kembali menggema seiring krisis yang menimpa Sri Lanka. Setidaknya, ada beberapa proyek Infrastruktur di Indonesia yang kecipratan utang dari China. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Utang terselubung China kembali menggema seiring krisis yang menimpa Sri Lanka, hingga negara itu dinyatakan bangkrut karena gagal membayar utang luar negerinya. Jebakan utangChina diyakini berada di balik krisis terparah sepanjang sejarah berdirinya Sri Lanka.

Baca Juga: Negara-negara Ini Disebut-sebut Jadi Korban Jebakan Utang China

Sebuah studi menuding Belt and Road Initiative atau juga disebut jalur sutera modern yang digagas China telah menyebabkan lusinan negara berpenghasilan rendah hingga menengah terlilit "utang tersembunyi" dengan nilai sebesar USD385 miliar (sekitar Rp5.390 triliun) ke Beijing.

AidData, laboratorium penelitian pengembangan internasional yang berbasis di Virginia's College of William & Mary telah menganalisis 13.427 proyek pembangunan China senilai total USD843 miliar (sekitar Rp11.802 triliun) di 165 negara, selama periode 18 tahun hingga akhir 2017.

Baca Juga: RI Terperangkap Utang China Bangun Kereta Cepat? Luhut: Sini Tunjukin

Sementara itu di Tanah Air, pemerintah Indonesia diketahui sedang gencar menggarap proyek infrastruktur. Kebutuhan dana yang besar untuk mewujudkan mega proyek infrastruktur tersebut, membuat utang luar negeri menjadi salah satu sumber dananya.

Setidaknya ada beberapa proyek Infrastruktur di Indonesia yang kecipratan utang dari China sebagai sumber pendanaan:

1. Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Proyek yang paling dibicarakan dan dibiayai China yakni Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, saat Presiden Jokowi melakukan groundbreaking Proyek KCJB pada Kamis, 21 Januari 2016, disebutkan investasi sebesar USD5,573 miliar tidak menggunakan APBN dan tanpa jaminan pemerintah.

Tapi saat ini, biaya pengerjaan proyek itu membengkak sebesar Rp27,09 triliun. Untuk menutupi kebutuhan dana tersebut, Presiden Jokowi menerbitkan Perpres No. 93 Tahun 2021 yang mengizinkan penggunaan APBN untuk mendanai pengerjaan proyek oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), konsorsium beberapa BUMN dan perusahaan China Railway.

Investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung tercatat mencapai USD3,96 miliar atau setara Rp56 triliun. Dimana 60% saham dimiliki oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) milik Indonesia dan 40% China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Rekomendasi
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Berita Terkini
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved