Tumbuh 27,2%, Mitratel Bukukan Laba Bersih Rp892 Miliar di Semester I 2022
Kamis, 28 Juli 2022 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Selama semester I 2022, mayoritas kontribusi pendapatan berasal dari pendapatan sewa menara yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,5 persen, dari Rp 2,93 triliun menjadi Rp 3,33 triliun. Kontribusi lainnya berasal dari tower-related business yang meningkat 35,4 persen menjadi Rp 399 miliar.
Adapun jumlah menara yang dimiliki Mitratel tercatat sebanyak 28.787 atau bertambah 5.555 menara atau 23,9 persen dari semester I 2021. Jumlah tenant meningkat 20,3 persen, dari 36.507 pada menjadi 43.900 tenant.
Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 55,06 triliun dengan ekuitas sebesar Rp 33,49 triliun. Sementara total liabilitas pada semester I 2022 mengalami penurunan sebesar 10,4 persen menjadi Rp 21,56 triliun seiring pembayaran utang pinjaman jangka panjang senilai Rp 5,1 triliun.
Pembayaran lebih awal utang jangka panjang sebesar Rp 4,3 triliun dengan menggunakan kelebihan kas dari aktivitas operasi dan melakukan pendanaan kembali pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Kemudian Mitratel tidak memiliki eksposur risiko fluktuasi mata uang asing mengingat seluruh pinjaman dalam denominasi rupiah.
Baca Juga: Di Semester I Rapor BCA Kian Biru, Cetak Laba Bersih Rp18 Triliun
Adapun jumlah menara yang dimiliki Mitratel tercatat sebanyak 28.787 atau bertambah 5.555 menara atau 23,9 persen dari semester I 2021. Jumlah tenant meningkat 20,3 persen, dari 36.507 pada menjadi 43.900 tenant.
Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 55,06 triliun dengan ekuitas sebesar Rp 33,49 triliun. Sementara total liabilitas pada semester I 2022 mengalami penurunan sebesar 10,4 persen menjadi Rp 21,56 triliun seiring pembayaran utang pinjaman jangka panjang senilai Rp 5,1 triliun.
Pembayaran lebih awal utang jangka panjang sebesar Rp 4,3 triliun dengan menggunakan kelebihan kas dari aktivitas operasi dan melakukan pendanaan kembali pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Kemudian Mitratel tidak memiliki eksposur risiko fluktuasi mata uang asing mengingat seluruh pinjaman dalam denominasi rupiah.
Baca Juga: Di Semester I Rapor BCA Kian Biru, Cetak Laba Bersih Rp18 Triliun
Lihat Juga :