Imbas Serangan Rusia ke Ukraina: Kenaikan Harga Mi Instan dan Krisis Pangan Global
Jum'at, 29 Juli 2022 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Banyak orang di seluruh dunia meminta Putin mengakhiri blokadenya terhadap ekspor makanan Ukraina saat ini, menghentikan pembomannya terhadap infrastruktur dan pertanian Ukraina, serta pembunuhan masyarakat Ukraina--Putin sendiri yang memikul tanggung jawab atas semakin parahnya krisis pangan global.
Konsekuensi dari agresi Rusia berdampak keras terhadap masyarakat termiskin. Laporan terbaru Global Crisis Response Group Sekjen PBB memperingatkan bahwa perang Rusia di Ukraina dapat menyebabkan krisis sosial dan ekonomi di seluruh dunia. Perang mengancam terlepasnya "gelombang kelaparan dan kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya, meninggalkan kekacauan sosial dan ekonomi setelahnya".
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rob Fenn, mengatakan “Sangat menyedihkan memikirkan orang-orang di seluruh dunia yang hidupnya dipersulit oleh tindakan Rusia. Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan untuk membantu mereka yang terkena dampak di negara ini. Sayangnya, tidak semua negara berada dalam posisi yang untuk melakukan hal tersebut. Secara global, 323 juta orang terancam mengalami kerawanan pangan tahun ini, jika perang terus berlanjut".
Rob Fenn menambahkan, Rusia bertanggung jawab atas penghentian ekspor gandum Ukraina. Rusia memegang kendali untuk ekspor ini agar dapat dimulai kembali. Sangat mengenaskan sekali bahwa hanya sehari setelah mencapai kesepakatan, Rusia meluncurkan serangan rudal di pelabuhan Odessa. Rusia harus menerapkan perjanjiannya dan mengizinkan ekspor yang aman dari Ukraina; dunia akan menyaksikan.
"Inggris mendukung mereka yang paling parah terkena dampak krisis pangan global dan akan terus memberikan bantuan kemanusiaan dan dukungan ekonomi bagi mereka yang paling membutuhkan. Selama tiga tahun ke depan, Inggris akan menyediakan £3 miliar dana kemanusiaan secara global untuk mendukung respons internasional yang lebih efektif terhadap krisis kemanusiaan," kata Rob Fenn.
Konsekuensi dari agresi Rusia berdampak keras terhadap masyarakat termiskin. Laporan terbaru Global Crisis Response Group Sekjen PBB memperingatkan bahwa perang Rusia di Ukraina dapat menyebabkan krisis sosial dan ekonomi di seluruh dunia. Perang mengancam terlepasnya "gelombang kelaparan dan kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya, meninggalkan kekacauan sosial dan ekonomi setelahnya".
Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rob Fenn, mengatakan “Sangat menyedihkan memikirkan orang-orang di seluruh dunia yang hidupnya dipersulit oleh tindakan Rusia. Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan untuk membantu mereka yang terkena dampak di negara ini. Sayangnya, tidak semua negara berada dalam posisi yang untuk melakukan hal tersebut. Secara global, 323 juta orang terancam mengalami kerawanan pangan tahun ini, jika perang terus berlanjut".
Rob Fenn menambahkan, Rusia bertanggung jawab atas penghentian ekspor gandum Ukraina. Rusia memegang kendali untuk ekspor ini agar dapat dimulai kembali. Sangat mengenaskan sekali bahwa hanya sehari setelah mencapai kesepakatan, Rusia meluncurkan serangan rudal di pelabuhan Odessa. Rusia harus menerapkan perjanjiannya dan mengizinkan ekspor yang aman dari Ukraina; dunia akan menyaksikan.
"Inggris mendukung mereka yang paling parah terkena dampak krisis pangan global dan akan terus memberikan bantuan kemanusiaan dan dukungan ekonomi bagi mereka yang paling membutuhkan. Selama tiga tahun ke depan, Inggris akan menyediakan £3 miliar dana kemanusiaan secara global untuk mendukung respons internasional yang lebih efektif terhadap krisis kemanusiaan," kata Rob Fenn.
Lihat Juga :