Terseret Resesi AS, RI Perlu Waspada Hadapi Gejolak Harga Minyak Dunia
Jum'at, 29 Juli 2022 - 15:55 WIB
loading...
Pemerintah perlu waspada menghadapi dampak resesi ekonomi AS terhadap gejolak harga minyak dunia. FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) secara teknis telah masuk ke jurang resesi . Negara itu telah mencatatkan pertumbuhan negatif dua kali berturut-turut selama dua kuartal dalam tahun yang sama.
Badan Pusat Statistik AS melaporkan, produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2022 terkontraksi 0,9% secara tahunan (year on year/yoy) mendorong ekonomi AS tumbuh negatif 1,6%.
Baca Juga: Amerika Resesi, Ini 3 Dampaknya ke Ekonomi Indonesia
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan pemerintah perlu hati-hati menghadapi resesi ekonomi AS dampaknya terhadap gejolak harga minyak dunia. Mengingat AS merupakan salah satu negara dengan konsumen minyak utama dunia. "Selama ini AS merupakan salah satu konsumen minyak utama di dunia. Sehingga kalau mereka resesi pasti akan memberikan dampak," kata Komaidi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (29/7/2022).
Tak hanya itu, inflasi AS juga mengalami lonjakan inflasi belakangan ini. Tercatat, inflasi AS sempat menyentuh 9,1 persen pada Juni lalu. Inflasi itu merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Baca Juga: Anggaran BBM Berpotensi Ditambah, Pemerintah Pantau Fluktuasi Harga Minyak
Komaidi menilai pemerintah perlu hati-hati mengingat hubungan dagang antara Indonesia dan AS cukup signifikan ditambah dampak perang Rusia - Ukraina yang tak kunjung usai. "Dalam konteks minyak kemudian perlu lebih dicermati karena ada faktor perang Rusia-Ukraina dan krisis AS," jelasnya.
Badan Pusat Statistik AS melaporkan, produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2022 terkontraksi 0,9% secara tahunan (year on year/yoy) mendorong ekonomi AS tumbuh negatif 1,6%.
Baca Juga: Amerika Resesi, Ini 3 Dampaknya ke Ekonomi Indonesia
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan pemerintah perlu hati-hati menghadapi resesi ekonomi AS dampaknya terhadap gejolak harga minyak dunia. Mengingat AS merupakan salah satu negara dengan konsumen minyak utama dunia. "Selama ini AS merupakan salah satu konsumen minyak utama di dunia. Sehingga kalau mereka resesi pasti akan memberikan dampak," kata Komaidi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (29/7/2022).
Tak hanya itu, inflasi AS juga mengalami lonjakan inflasi belakangan ini. Tercatat, inflasi AS sempat menyentuh 9,1 persen pada Juni lalu. Inflasi itu merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Baca Juga: Anggaran BBM Berpotensi Ditambah, Pemerintah Pantau Fluktuasi Harga Minyak
Komaidi menilai pemerintah perlu hati-hati mengingat hubungan dagang antara Indonesia dan AS cukup signifikan ditambah dampak perang Rusia - Ukraina yang tak kunjung usai. "Dalam konteks minyak kemudian perlu lebih dicermati karena ada faktor perang Rusia-Ukraina dan krisis AS," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :