China Memberi Sinyal Meleset Capai Target Pertumbuhan Ekonomi
Jum'at, 29 Juli 2022 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
"Target pertumbuhan 5,5% bukan lagi suatu keharusan bagi China," kata Iris Pang, kepala ekonom China di ING Bank, kepada Wall Street Journal.
Mereka juga menambahkan, bahwa China mendesak provinsi-provinsi yang lebih besar untuk mengejar target ekonomi meski terimbas oleh kebijakan lockdown.
"Beijing meminta agar provinsi-provinsi yang berada di posisi yang relatif baik harus berusaha untuk mencapai target ekonomi dan sosial untuk tahun ini," kata analis Nomura Ting Lu, Jing Wang dan Harrington Zhang dalam sebuah catatan.
"Kami pikir Beijing menyarankan bahwa target pertumbuhan PDB untuk provinsi-provinsi dengan kondisi yang kurang menguntungkan, terutama bagi mereka yang terpukul keras oleh varian Omicron dan lockdown, bisa lebih fleksibel," bebernya.
Awal bulan ini, China mengatakan, ekonominya telah mengalami kontraksi tajam pada kuartal kedua tahun ini. Kota-kota besar di China, termasuk pusat keuangan dan manufaktur utama Shanghai, memberlakukan Lockdown secara penuh atau sebagian selama periode ini.
Pasar properti China yang pernah booming juga berada dalam kemerosotan sangat dalam, dan penjualan rumah telah turun selama 11 bulan berturut-turut. Beberapa pengembang China telah menghentikan pembangunan rumah yang telah dijual, karena kekhawatiran atas arus kas perusahaan.
Mereka juga menambahkan, bahwa China mendesak provinsi-provinsi yang lebih besar untuk mengejar target ekonomi meski terimbas oleh kebijakan lockdown.
"Beijing meminta agar provinsi-provinsi yang berada di posisi yang relatif baik harus berusaha untuk mencapai target ekonomi dan sosial untuk tahun ini," kata analis Nomura Ting Lu, Jing Wang dan Harrington Zhang dalam sebuah catatan.
"Kami pikir Beijing menyarankan bahwa target pertumbuhan PDB untuk provinsi-provinsi dengan kondisi yang kurang menguntungkan, terutama bagi mereka yang terpukul keras oleh varian Omicron dan lockdown, bisa lebih fleksibel," bebernya.
Awal bulan ini, China mengatakan, ekonominya telah mengalami kontraksi tajam pada kuartal kedua tahun ini. Kota-kota besar di China, termasuk pusat keuangan dan manufaktur utama Shanghai, memberlakukan Lockdown secara penuh atau sebagian selama periode ini.
Pasar properti China yang pernah booming juga berada dalam kemerosotan sangat dalam, dan penjualan rumah telah turun selama 11 bulan berturut-turut. Beberapa pengembang China telah menghentikan pembangunan rumah yang telah dijual, karena kekhawatiran atas arus kas perusahaan.
Lihat Juga :