4 Pinjaman Terbesar China ke Negara di Dunia

Senin, 01 Agustus 2022 - 13:45 WIB
loading...
4 Pinjaman Terbesar...
Sedikitnya ada empat pinjaman terbesar China yang disalurkan ke sejumlah negara di dunia. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sedikitnya ada empat pinjaman terbesar China yang disalurkan ke sejumlah negara di dunia . Melalui strategi Going Global dan Belt and Road Initiative, China muncul sebagai kreditur resmi terbesar di dunia.

Dalam kebijakannya, China mengisi kekosongan di pasar pembiayaan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Lonjakan pinjaman dan investasi luar negeri Beijing memicu tuduhan ‘Diplomasi Jebakan Utang’. Kritikus China menyebut proyek ini bertujuan membebani negara miskin dalam pinjaman serta memaksa mereka mematuhi perjanjian yang dibuatnya.

Baca juga : Suka Memberi Pinjaman, Apakah China Punya Utang?

Berikut beberapa pinjaman terbesar China yang diberikan kepada negara-negara di dunia :

1. Venezuela

Selama lebih dari 20 tahun, Venezuela telah menjadi sekutu terdekat China di Amerika Latin. Mereka membangun sederet perjanjian yang dikritik para kritikus sebagai ‘Jebakan Utang’.

Dalam hal ini, Venezuela menerima uang tunai sebagai imbalan atas pengiriman minyaknya. Dikutip dari Global Voices, pada tahun 2020, negara ini menerima sekitar USD68,7 Miliar dari China. Pinjaman tersebut hampir setengah dari semua pinjaman China ke Amerika Latin dan Karibia pada periode yang sama.

Venezuela berkomitmen untuk membayarnya dengan minyak yang jumlahnya bervariasi tergantung harga pasarnya. Meski mendapat banyak kritik, namun pemerintah Venezuela menekankan bahwa kemitraan ini sangat berguna bagi negaranya.

2. Angola

Angola merupakan salah satu produsen minyak terbesar di Afrika. Sama halnya dengan Venezuela, negara ini juga membayar sebagian besar hutangnya dengan minyak.

Namun, ketika harga minyak dunia turun, Angola harus membayarnya dengan lebih banyak minyak dibanding sebelumnya. Dikutip dari SCMP, IMF mengkritisi Angola yang terlalu bergantung kepada minyaknya. Seperti yang diketahui, minyak mentah dan produknya menyumbang 96 persen dari total ekspor negaranya.

Angola diketahui sebagai negara yang cukup bergantung pada pinjaman China. Hal ini dimulai ketika negara ini bangkit setelah terlibat perang saudara panjang. Tercatat, Angola telah meminjam sekitar USD42,6 Miliar dari China.

Angka tersebut sekitar sepertiga dari total pinjaman China ke negara-negara Afrika antara tahun 2000 hingga 2019.

3. Pakistan

Survei ekonomi terbaru Pakistan menunjukan besarnya ketergantungan Pakistan terhadap pinjaman China. Semua masalah seperti tingkat pinjaman yang tinggi, pinjaman yang tidak berhati-hati, hingga anggaran pertahanan yang terlalu besar membuat keuangan Pakistan tidak sehat. Uniknya, semua solusinya tidak lepas dari keterlibatan China.

Dikutip dari The Times of India, pinjaman China ke Pakistan adalah sekitar USD14,5 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu yang terbesar jika dibandingkan dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) (USD14 miliar) dan Bank Dunia (USD18,1 miliar).

Namun, angka tersebut belum termasuk jenis pinjaman lain seperti Administrasi Valuta Asing Negara China (SAFE) yang telah meminjamkan pinjaman kepada Pakistan sekitar USD7 miliar.

Baca juga : Jebakan Utang Kembali Menggema, 4 Proyek Nasional Ini Didanai Utang dari China

4. Ethiopia

Sejak November 2020, Ethiopia mengalami konflik internal bersenjata. Hal ini membuatnya terkena krisis dan beberapa ekonomi kuat di dunia turut membantunya, termasuk China.

Dikutip dari United States Institute of Peace, Ethiopia menjadi pusat utama proyek China’s Belt and Road Initiative, sebuah program untuk memperluas pengaruh China dengan membiayai dan membangun infrastruktur di negara-negara berkembang.

Keterlibatan kuat China membuat Ethiopia menjadikannya mitra dagang utama. Akan tetapi dalam hal ini ada kekhawatiran mengenai keberlanjutan utang China di negara ini yang mencapai USD13,7 Miliar. Angka tersebut adalah yang terbesar kedua setelah Angola di Afrika.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Berita Terkini
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved