Inflasi Thailand Tembus 7,7%, Sri Mulyani: Indonesia Masih Lebih Moderat

Senin, 01 Agustus 2022 - 18:30 WIB
loading...
Inflasi Thailand Tembus 7,7%, Sri Mulyani: Indonesia Masih Lebih Moderat
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/ANTARA
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan inflasi Indonesia masih lebih moderat dibandingkan negara-negara selevel. Adapun negara seperti Thailand mengalami inflasi 7,7%, India 7%, dan Filipina di 6,1% year on year (yoy).

"Maka dari itu, inflasi Indonesia yang berada di angka 4,94% yoy masih relatif moderat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 secara virtual di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Menyentuh, Ini Pesan Sri Mulyani ke Mahasiswa STAN

Dia menyebutkan inflasi menunjukkan tren peningkatan akibat kenaikan harga-harga komoditas dunia sehingga menyebabkan gangguan pasokan domestik. Sebagaimana diketahui, laju inflasi Indonesia pada Juli 2022 tercatat 4,94% yoy. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juni 2022 tercatat pada tingkat 4,35% yoy.

"Bahkan posisi inflasi akhir triwulan I 2022 masih pada tingkat 2,64% yoy. Meskipun inflasi headline meningkat, inflasi inti atau core inflation masih tetap terjaga pada tingkat 2,86% yoy. Hal ini didukung oleh konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi Indonesia," kata Sri Mulyani.

Sinergi dan koordinasi terkait pengendalian inflasi, dilakukan oleh BI bersama dengan pemerintah termasuk dengan meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam forum tim pengendalian inflasi pemerintah pusat dan tim pengendali inflasi daerah. Inflasi kelompok volatile foods mengalami kenaikan terutama akibat kenaikan harga pangan global dan juga terganggunya pasokan akibat cuaca.

"Sementara inflasi pada kelompok administered prices mengalami kenaikan dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket angkutan udara," ucap Sri.

Baca Juga: Tertinggi dalam 7 Tahun, Inflasi Tahunan Juli 2022 Tembus 4,94%

Di sisi lain, tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi global yang sangat tinggi tidak tertransmisikan ke dalam negeri pada administered prices, harga minyak, gas, dan listrik.

"Ini merupakan hasil kebijakan pemerintah untuk mempertahankan harga jual energi di domestik melalui kenaikan subsidi listrik dan energi BBM dan LPG yang dilaksanakan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," kata dia.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1417 seconds (10.177#12.26)