Demi Jaminan Pensiunan TNI dan Polri, Erick Thohir Terus Perbaiki Asabri
Senin, 01 Agustus 2022 - 22:22 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan dana pensiun (dapen) PT Asabri (Persero) terjaga dengan baik. Saat ini, proses perbaikan jaminan pensiunan tersebut terus dilakukan.
"Ketahanan jaminan keselamatan hingga penghidupan masa purna tugas dari banyak pihak yang menjalankan tugas-tugas penting negara seperti TNI, Polri, Kemenhan, bisa tergantung dari kinerja Asabri hari ini," ujar Erick, Senin (1/8/2022).
Baca Juga: Relawan Perluas Dukungan untuk Erick Thohir di Pilpres 2024
Ibarat manusia, lanjut Erick, Asabri semestinya ahli mengelola dana pensiun hingga menjamin kesejahteraan anggotanya. Saat ini BUMN di sektor asuransi sosial dan pembayaran pensiun TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan ini memasuki usia ke-51 tahun. Perbaikan tata kelola, penguatan fungsi manajemen risiko, serta kontrol yang kuat dari dewan pengawas dan direksi Asabri harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Langkah ini agar tidak mengulangi kesalahan dan tidak merugikan masyarakat, khususnya TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan.
Erick juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. "Sejak awal Pak Menhan waktu itu duduk bersama kita dan Kejaksaan Agung karena memang kasus Asabri harus dituntaskan karena TNI dan Polri merupakan fondasi bangsa yang sangat penting," ungkapnya.
"Ketahanan jaminan keselamatan hingga penghidupan masa purna tugas dari banyak pihak yang menjalankan tugas-tugas penting negara seperti TNI, Polri, Kemenhan, bisa tergantung dari kinerja Asabri hari ini," ujar Erick, Senin (1/8/2022).
Baca Juga: Relawan Perluas Dukungan untuk Erick Thohir di Pilpres 2024
Ibarat manusia, lanjut Erick, Asabri semestinya ahli mengelola dana pensiun hingga menjamin kesejahteraan anggotanya. Saat ini BUMN di sektor asuransi sosial dan pembayaran pensiun TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan ini memasuki usia ke-51 tahun. Perbaikan tata kelola, penguatan fungsi manajemen risiko, serta kontrol yang kuat dari dewan pengawas dan direksi Asabri harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Langkah ini agar tidak mengulangi kesalahan dan tidak merugikan masyarakat, khususnya TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan.
Erick juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. "Sejak awal Pak Menhan waktu itu duduk bersama kita dan Kejaksaan Agung karena memang kasus Asabri harus dituntaskan karena TNI dan Polri merupakan fondasi bangsa yang sangat penting," ungkapnya.
Lihat Juga :