Potensi Pasar Besar, Regulasi Masih Jadi Tantangan Industri Tembakau Alternatif

Selasa, 02 Agustus 2022 - 14:08 WIB
loading...
Potensi Pasar Besar,...
Industri produk tembakau alternatif semakin berkembang pesat. Meski memiliki pangsa pasar yang terus bertumbuh, masih terdapat tantangan dari sisi regulasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Industri produk tembakau alternatif semakin berkembang pesat. Tercatat, industri ini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 100 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Lapangan pekerjaan tersebut beragam dari mulai distributor, produsen likuid, produsen alat dan aksesoris, hingga sektor kreatif. Tidak hanya itu, dengan jumlah pengguna produk yang mencapai lebih dari 2 juta orang, realisasi penerimaan cukai produk alternatif tembakau naik pesat dari Rp 98,87 miliar pada 2018 menjadi Rp 680,36 miliar pada 2020. Bahkan, pemerintah memprediksi adanya tambahan peningkatan kembali sebesar 7,5% pada 2022.

Baca Juga: Regulasi Vape Dinilai Perlu Mempertimbangkan Perlindungan Konsumen

Meski memiliki pangsa pasar yang terus bertumbuh, masih terdapat tantangan dari sisi regulasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 193/PMK.010 Tahun 2021, cukai untuk rokok elektrik sistem tertutup (closed system) 13 kali lipat lebih tinggi dari sistem terbuka (open system). Padahal, keduanya memiliki potensi masing-masing untuk saling mendukung berkembangnya industri.

“Industri vape baik sistem terbuka maupun sistem tertutup berkembang sangat baik saat ini, keduanya memiliki segmentasi yang berbeda dengan peranan yang saling mendukung satu dengan lainnya," ujar Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Johan Sumantri.

"Pasar global bergerak dengan sangat dinamis, kebutuhan akan produk sistem tertutup juga sangat meningkat. Kondisi saat ini membuat Indonesia akan menjadi semakin lengkap dalam menghadapi pasar global,” sambungnya.

Potensi Vape Sistem Tertutup

Potensi pendapatan pemerintah dapat lebih tinggi dengan adanya peningkatan volume produksi vape sistem tertutup. Hal ini sejalan dengan minat dan tren pasar global terhadap vape sistem tertutup yang terus bertumbuh setiap tahunnya.

Pada tahun 2021, market share vape sistem tertutup di dunia sudah mencapai sekitar USD8 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan 2017 yang berada di bawah USD5 miliar.

Baca Juga: Catat! Regulasi Vape Enggak Cuma Sebatas Soal Cukai

Secara bersamaan, proporsi market share global sistem terbuka masih lebih besar daripada sistem tertutup pada tahun 2021. Adanya peningkatan tren tersebut, berpotensi terhadap peluang ekspor lebih besar yang sekaligus mendorong penyerapan investasi, tenaga kerja, dan penggunaan bahan baku lokal dalam proses produksinya.

“Kami berharap vape closed system bisa menjadi pendorong industri vape tanah air agar lebih maju, dengan tetap berdampingan dengan UMKM di Indonesia agar industri ini terjaga stabilitasnya. Dari semua pelaku industri closed system yang ada, kita bisa berkolaborasi dari sisi produksi device maupun likuid di Indonesia,” kata CEO Upods, Aryo Andrianto.

Meskipun pemainnya belum sebanyak vape sistem terbuka, vape sistem tertutup hingga saat ini jumlahnya terus bertambah dan semakin meramaikan pasar khususnya di Indonesia.

Perbedaan dari kedua jenis vape tersebut terletak pada jenis inovasinya saja. Vape sistem terbuka dapat diisi ulang dengan likuid secara langsung. Sementara vape sistem tertutup, likuid sudah built-in dengan cartridge-nya, dengan standar keamanan dan komposisi yang dijamin oleh masing-masing produsen.

Selain itu, vape sistem tertutup menjadi platform awal bagi perokok yang ingin beralih, untuk mengenal vape lebih jauh. Setelah menggunakan vape sistem tertutup, pengguna akan mengeksplorasi jenis-jenis vape yang sesuai dengan selera mereka, termasuk sistem terbuka.

Perlunya Kebijakan Akomodatif

Meski berbeda segmen, vape sistem terbuka dan tertutup berada dalam satu kesatuan ekosistem. Kedua produk ini diharapkan bisa tumbuh secara bersama-sama (co-exist), sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri produk tembakau alternatif secara menyeluruh untuk mengoptimalkan pencapaian pemasukan pemerintah.

Oleh karena itu, perlu adanya regulasi produk tembakau alternatif yang dapat mengakomodasi pertumbuhan produk rokok elektrik sistem terbuka dan tertutup. Dengan demikian, tidak hanya akan memberikan kesempatan optimalisasi produksi bagi setiap pelaku industri yang telah ada, tetapi juga menciptakan ekosistem yang kondusif bagi potensi investasi baru untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

“Harapan kami tentunya vape closed system dapat terus berkembang dan dapat menjadi jendela masuk para perokok yang ingin beralih ke produk yang berpotensi lebih rendah risiko. Baik sistem terbuka maupun sistem tertutup memiliki segmentasinya masing-masing dan dapat terus berjalan beriringan,” tutup Johan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gebrak Gandeng Vapestore...
Gebrak Gandeng Vapestore Perluas Edukasi Konsumen Vape
APVINDO: Regulasi Vape...
APVINDO: Regulasi Vape Harus Berdasar Kajian Ilmiah dan Menyeluruh
Respons Aturan Whip...
Respons Aturan Whip Pink dan Vape, 4 Asosiasi Tekankan Pentingnya Dialog
Arief Muhammad Kini...
Arief Muhammad Kini Jadi Boss FOOM, Siap Perkuat Positioning Brand
PPEI Gelar Munas 2025,...
PPEI Gelar Munas 2025, Bahas Masa Depan dan Tantangan Industri Vape
Perkuat Inovasi, Delta...
Perkuat Inovasi, Delta Sukses Teknologi Luncurkan DWAY Ultra dan DJOY BEAM Series
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
Rekomendasi
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Permintaan Masih Stabil,...
Permintaan Masih Stabil, Harga Telur Naik Jadi Rp31 Ribu/Kg
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved