Kunjungan Ketua DPR AS Panaskan Tensi China-Taiwan, Wall Street Kena Imbasnya

Rabu, 03 Agustus 2022 - 07:30 WIB
loading...
A A A
Pasar keuangan telah bergolak dalam beberapa bulan terakhir oleh perang Ukraina, melonjaknya inflasi dan pengetatan kondisi keuangan.

Lowongan pekerjaan AS pada bulan Juni turun paling dalam hanya dalam dua tahun, karena permintaan pekerja berkurang di industri perdagangan eceran dan grosir. Secara keseluruhan pasar tenaga kerja tetap ketat.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Turun Setelah Sempat Naik ke Level Tertinggi

Sejak Federal Reserve atau Bank Sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada bulan Juli, investor telah berspekulasi tentang apakah kenaikan terbesar bank sentral berada di belakangnya.

"Pasar harus benar-benar nyaman bahwa mereka telah sepenuhnya memahami semua kenaikan suku bunga Fed, dan saya pikir itu tetap menjadi pertanyaan terbuka," kata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di US Bank Wealth Management di Seattle. "Tantangan dan kendala pasokan belum tentu selesai. Itu belum selesai dan hilang."

Saham perusahaan pertahanan AS Raytheon Technologies Corp (RTX.N), Lockheed Martin Corp (LMT.N), Northrop Grumman Corp (NOC.N) dan L3Harris Technologies Inc (LHX.N) rally untuk sebagian besar sesi, berakhir dengan keuntungan antara 0,5% dan 2,3%. Amerika Serikat adalah pendukung utama dan pemasok senjata Taiwan.

Volume di bursa AS relatif berat dengan 11,2 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 10,8 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menuju Tujuh Dekade,...
Menuju Tujuh Dekade, Astra Perteguh Nilai Catur Dharma
Geopolitik Memanas,...
Geopolitik Memanas, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman
Harta Karun Tanah Jarang...
Harta Karun Tanah Jarang AS Dilirik Taiwan, Termasuk Proyek Trump?
Tensi Geopolitik Memanas,...
Tensi Geopolitik Memanas, Dolar AS Kembali Jadi Primadona
Gaet Investasi, Danantara...
Gaet Investasi, Danantara Susun Strategi di Tengah Gejolak Geopolitik Global
China Kecam Kesepakatan...
China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan Senilai Rp4.227 Triliun
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Pertemuan Istana Elysee,...
Pertemuan Istana Elysee, Denny JA: Macron-Prabowo Arsitek Poros Baru Negara Menengah
Rekomendasi
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Berita Terkini
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved