Luhut Sebut Tesla Teken Kontrak Beli Nikel Rp74,5 Triliun dari Indonesia
Senin, 08 Agustus 2022 - 15:19 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu Bos Tesla Elon Musk di pabrik Tesla terbesar di AS, beberapa waktu lalu. FOTO/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengabarkan bahwa produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) tesla telah menandatangani kontrak senilai USD5 miliar atau sekitar Rp74,5 triliun untuk pembelian bahan baku baterai dari perusahaan pengolahan nikel di Indonesia.
"Kami masih terus bernegosiasi dengan Tesla, tetapi mereka sudah mulai membeli dua produk unggulan dari Indonesia," ungkap Luhut dalam sebuah wawancara, seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Jawab Undangan Jokowi, Elon Musk ke Indonesia November
Luhut menjelaskan, Tesla telah menandatangani kontrak lima tahun dengan perusahaan pengolahan nikel yang beroperasi di luar Morowali di Sulawesi. Bahan baku nikel itu akan digunakan dalam baterai lithium Tesla. Sementara, Reuters menyebutkan bahwa Tesla belum menanggapi email permintaan komentar terkait hal ini.
Diketahui, Indonesia sejak lama berupaya mengajak Tesla untuk membangun fasilitas produksinya di negara ini. Indonesia juga tengah gencar mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterai di dalam negeri.
"Kami masih terus bernegosiasi dengan Tesla, tetapi mereka sudah mulai membeli dua produk unggulan dari Indonesia," ungkap Luhut dalam sebuah wawancara, seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Jawab Undangan Jokowi, Elon Musk ke Indonesia November
Luhut menjelaskan, Tesla telah menandatangani kontrak lima tahun dengan perusahaan pengolahan nikel yang beroperasi di luar Morowali di Sulawesi. Bahan baku nikel itu akan digunakan dalam baterai lithium Tesla. Sementara, Reuters menyebutkan bahwa Tesla belum menanggapi email permintaan komentar terkait hal ini.
Diketahui, Indonesia sejak lama berupaya mengajak Tesla untuk membangun fasilitas produksinya di negara ini. Indonesia juga tengah gencar mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterai di dalam negeri.
Lihat Juga :