Ekspor RI Triwulan II/2022 Tumbuh 19,74 Persen, Mendag Ajak Jaga Momentum
Senin, 08 Agustus 2022 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Impor migas tercatat mencapai USD10,84 miliar pada triwulan II ini, atau meningkat dibandingkan triwulan I yang tercatat sebesar USD8,62 miliar.
“Dengan pertumbuhan ekspor yang tinggi, neraca perdagangan Indonesia pada triwulan II mencatat surplus yang cukup lebar mencapai USD15,55 miliar. Nilai ini melampaui surplus triwulan I yang hanya tercatat sebesar USD9,33 miliar,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.
Sementara itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, pada periode Januari-Juni 2022, total surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD24,89 miliar telah mencatatkan sejarah karena menjadi yang tertinggi dan melampaui surplus tertinggi sebelumnya pada 2007 sebesar USD20,15 miliar.
Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan, situasi global yang penuh turbulensi saat ini diperkirakan masih akan tetap memberikan keuntungan pada harga komoditas dan menjadi ‘durian runtuh’ (windfall) bagi kinerja ekspor komoditas Indonesia ke depan.
“Namun demikian, Pemerintah Indonesia terus melakukan antisipasi melalui penguatan faktorfaktor produksi di dalam negeri dan memprioritaskan program-program yang menjaga kestabilan harga dan ketersedian bahan pokok. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga aktif melakukan diversifikasi akses pasar ekspor melalui sejumlah perjanjian perdagangan untuk tetap menjaga kinerja ekspor yang tumbuh sangat baik,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.
“Dengan pertumbuhan ekspor yang tinggi, neraca perdagangan Indonesia pada triwulan II mencatat surplus yang cukup lebar mencapai USD15,55 miliar. Nilai ini melampaui surplus triwulan I yang hanya tercatat sebesar USD9,33 miliar,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.
Sementara itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, pada periode Januari-Juni 2022, total surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD24,89 miliar telah mencatatkan sejarah karena menjadi yang tertinggi dan melampaui surplus tertinggi sebelumnya pada 2007 sebesar USD20,15 miliar.
Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan, situasi global yang penuh turbulensi saat ini diperkirakan masih akan tetap memberikan keuntungan pada harga komoditas dan menjadi ‘durian runtuh’ (windfall) bagi kinerja ekspor komoditas Indonesia ke depan.
“Namun demikian, Pemerintah Indonesia terus melakukan antisipasi melalui penguatan faktorfaktor produksi di dalam negeri dan memprioritaskan program-program yang menjaga kestabilan harga dan ketersedian bahan pokok. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga aktif melakukan diversifikasi akses pasar ekspor melalui sejumlah perjanjian perdagangan untuk tetap menjaga kinerja ekspor yang tumbuh sangat baik,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.
(akr)
Lihat Juga :