3 BUMN yang Kerja Sama dengan China, Nomor 3 Peroleh USD 15 miliar
Selasa, 09 Agustus 2022 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Karena perusahaan ini tengah mengatasi masalah hutang hingga akhir tahun 2020 lalu. BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur ini tercatat memiliki liabilitas mencapai Rp89,01 triliun.
Liabilitas tersebut didominasi oleh liabilitas jangka pendek yaitu mencapai Rp48,24 triliun. Untuk itu, perusahaan tengah berupaya mendivestasi sejumlah ruas jalan tol.
Baca juga : RI Terperangkap Utang China Bangun Kereta Cepat? Luhut: Sini Tunjukin
3. PT Industri Battery Indonesia
PT Industri Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah melakukan kerja sama dengan perusahaan asal China, PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dan LG Energy Solution asal Korea Selatan dari Korea Selatan.
Dalam kerja sama tersebut IBC berhasil mendapatkan investasi sebesar USD 15 miliar untuk mengembangkan sistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan "investasi CBL dan LG Energy Solution untuk inisiatif proyek aki kendaraan listrik terintegrasi selaras dengan rencana pengembangan baterai kendaraan listrik yang menekankan ekosistem terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir".
Hal ini akan mendukung Indonesia untuk menjadi produsen global baterai listrik. Karena itu diperlukan banyak sokongan dari berbagai pihak mulai dari kerja sama BUMN, Pemerintah, hingga perusahaan luar negeri terkait transfer teknologi.
Liabilitas tersebut didominasi oleh liabilitas jangka pendek yaitu mencapai Rp48,24 triliun. Untuk itu, perusahaan tengah berupaya mendivestasi sejumlah ruas jalan tol.
Baca juga : RI Terperangkap Utang China Bangun Kereta Cepat? Luhut: Sini Tunjukin
3. PT Industri Battery Indonesia
PT Industri Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah melakukan kerja sama dengan perusahaan asal China, PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dan LG Energy Solution asal Korea Selatan dari Korea Selatan.
Dalam kerja sama tersebut IBC berhasil mendapatkan investasi sebesar USD 15 miliar untuk mengembangkan sistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan "investasi CBL dan LG Energy Solution untuk inisiatif proyek aki kendaraan listrik terintegrasi selaras dengan rencana pengembangan baterai kendaraan listrik yang menekankan ekosistem terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir".
Hal ini akan mendukung Indonesia untuk menjadi produsen global baterai listrik. Karena itu diperlukan banyak sokongan dari berbagai pihak mulai dari kerja sama BUMN, Pemerintah, hingga perusahaan luar negeri terkait transfer teknologi.
(bim)
Lihat Juga :