Waspada, Serangan Siber Bisa Mengancam Keberlangsungan Bisnis
Rabu, 10 Agustus 2022 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, sambung dia, organisasi harus memberikan perhatian lebih pada upaya pengendalian untuk membantu memitigasi risiko siber terhadap oganisasi.
“Terlebih lagi, banyak organisasi yang masih berusaha untuk memahami risiko-risiko yang mungkin dibawa oleh vendor dan rantai pasokan digital sebagai bagian dari strategi kemanan siber mereka,” tuturnya.
Dalam skala global, hanya 36% responden yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan audit dan verifikasi rencana teknis dan operasional yang dilakukan oleh para vendor dan pemasok digital mereka secara lengkap.
Perusahaan-perusahaan di Asia menampilkan tingkat kesadaran akan risiko yang tinggi terkait vendor dan pemasok digital mereka, di mana 1 dari 2 responden (56%) melakukan proses audit secara menyeluruh dan lengkap terhadap vendor-vendor atau para pemasok digitalnya.
Finpro Leader Marsh Indonesia James Anthony menambahkan, ketika mengevaluasi ancaman siber di Indonesia, yang menjadi pertanyaan adalah seberapa parah dampak yang diakibatkan saat serangan terjadi, bukan jika serangan tersebut akan terjadi.
Dia menyarankan perusahaan-perusahaan di Indonesia mengambil pendekatan yang lebih proaktif dalam memahami, mengukur, mengelola, dan memindahkan risiko siber mereka.
“Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia telah memiliki lisensi dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia untuk menyediakan perlindungan asuransi siber yang memiliki peran penting dalam pendekatan manajemen risiko secara holistik untuk meminimalisir dampak serangan siber di aspek finansial," ujarnya.
“Terlebih lagi, banyak organisasi yang masih berusaha untuk memahami risiko-risiko yang mungkin dibawa oleh vendor dan rantai pasokan digital sebagai bagian dari strategi kemanan siber mereka,” tuturnya.
Dalam skala global, hanya 36% responden yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan audit dan verifikasi rencana teknis dan operasional yang dilakukan oleh para vendor dan pemasok digital mereka secara lengkap.
Perusahaan-perusahaan di Asia menampilkan tingkat kesadaran akan risiko yang tinggi terkait vendor dan pemasok digital mereka, di mana 1 dari 2 responden (56%) melakukan proses audit secara menyeluruh dan lengkap terhadap vendor-vendor atau para pemasok digitalnya.
Finpro Leader Marsh Indonesia James Anthony menambahkan, ketika mengevaluasi ancaman siber di Indonesia, yang menjadi pertanyaan adalah seberapa parah dampak yang diakibatkan saat serangan terjadi, bukan jika serangan tersebut akan terjadi.
Dia menyarankan perusahaan-perusahaan di Indonesia mengambil pendekatan yang lebih proaktif dalam memahami, mengukur, mengelola, dan memindahkan risiko siber mereka.
“Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia telah memiliki lisensi dan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia untuk menyediakan perlindungan asuransi siber yang memiliki peran penting dalam pendekatan manajemen risiko secara holistik untuk meminimalisir dampak serangan siber di aspek finansial," ujarnya.
(ind)
Lihat Juga :