5 Tahun Berjuang Lawan Kanker, Eks CEO Deutsche Bank Anshu Jain Tutup Usia
Minggu, 14 Agustus 2022 - 17:27 WIB
loading...
Mantan CEO Deutsche Bank Anshu Jain meninggal dunia di usia 59 tahun. Ilustrasi Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Industri perbankan dunia berduka. Mantan CEO Deutsche Bank Anshu Jain meninggal dunia di usia 59 tahun. Menurut laporan Reuters, dikutip Minggu (14/8/2022), Jain tutup usia setelah berjuang melawan kanker selama lima tahun.
Jain, yang lahir di India, telah menghabiskan dua dekade membangun Deutsche Bank, yang menjadi salah satu bank top dunia. Dia merupakan warga non-Eropa pertama yang memimpin institusi di Jerman.
Sebagai buntut dari krisis keuangan tahun 2008 dan krisis utang Eropa yang mengikutinya, Jain mendorong Deutsche untuk tetap kokoh berdiri di Eropa saat perusahaan-perusahaan AS memimpin percaturan bisnis perbankan global.
Baca juga: Profil Syafii Antonio, Ahli Perbankan Syariah Indonesia dengan Segudang Jabatan
Sebagai 'co-chief' eksekutif, Jain berjuang untuk mengurangi risiko perbankan dan mengatasi daftar panjang skandal yang menyebabkan denda miliaran dolar.
Dia mengundurkan diri pada tahun 2015, dan telah menjadi presiden perusahaan jasa keuangan Amerika Serikat (AS) di Cantor Fitzgerald sejak 2017.
"Dia akan dikenang karena kepemimpinannya dalam layanan keuangan dan komitmennya yang mendalam terhadap konservasi," kata kepala eksekutif BlackRock Inc Larry Fink.
Jain, yang lahir di India, telah menghabiskan dua dekade membangun Deutsche Bank, yang menjadi salah satu bank top dunia. Dia merupakan warga non-Eropa pertama yang memimpin institusi di Jerman.
Sebagai buntut dari krisis keuangan tahun 2008 dan krisis utang Eropa yang mengikutinya, Jain mendorong Deutsche untuk tetap kokoh berdiri di Eropa saat perusahaan-perusahaan AS memimpin percaturan bisnis perbankan global.
Baca juga: Profil Syafii Antonio, Ahli Perbankan Syariah Indonesia dengan Segudang Jabatan
Sebagai 'co-chief' eksekutif, Jain berjuang untuk mengurangi risiko perbankan dan mengatasi daftar panjang skandal yang menyebabkan denda miliaran dolar.
Dia mengundurkan diri pada tahun 2015, dan telah menjadi presiden perusahaan jasa keuangan Amerika Serikat (AS) di Cantor Fitzgerald sejak 2017.
"Dia akan dikenang karena kepemimpinannya dalam layanan keuangan dan komitmennya yang mendalam terhadap konservasi," kata kepala eksekutif BlackRock Inc Larry Fink.
Lihat Juga :