Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global
Senin, 15 Agustus 2022 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Vice President Geothermal PT PLN (Persero) Hendra Yu Tonsa Tondang mengungkapkan masalah krusial dalam pengembangan panas bumi adalah adanya gap tarif listrik dan keeknomian proyek. Hal itu sangat menentukan untuk kelangsungan panasbumi.
Baca Juga: Dunia Masak, Ahli Sebut Bumi Menuju Kepunahan Massal
Menurut dia ada beberapa instrumen untuk mengisi atau menutup gap tersebut, antara lain penerapan carbon tax, menurunkan biaya pokok produksi listrik di Indonesia Timur, insentif belanja modal, government drilling, green/clean energy fund dan penerapan teknologi yang tepat sehingga bisa meningkat success ratio proyek. "Kita tahu sekarang pemerintah sedang melakukan eksplorasi program, goverment drilling," kata Hendra.
Dia mengatakan tarif listrik EBT sampai sekarang masih tinggi ketimbang fosil. Untuk itu campur tangan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk mendorong pemanfaatan EBT secara maksimal. "Kita membutuhkan kebijakan dari pemerintah, khususnya tarif. Ketika tarif lebih tinggi dari BPP akan meningkatkan subsidi juga kan," tegas dia.
Baca Juga: Dunia Masak, Ahli Sebut Bumi Menuju Kepunahan Massal
Menurut dia ada beberapa instrumen untuk mengisi atau menutup gap tersebut, antara lain penerapan carbon tax, menurunkan biaya pokok produksi listrik di Indonesia Timur, insentif belanja modal, government drilling, green/clean energy fund dan penerapan teknologi yang tepat sehingga bisa meningkat success ratio proyek. "Kita tahu sekarang pemerintah sedang melakukan eksplorasi program, goverment drilling," kata Hendra.
Dia mengatakan tarif listrik EBT sampai sekarang masih tinggi ketimbang fosil. Untuk itu campur tangan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk mendorong pemanfaatan EBT secara maksimal. "Kita membutuhkan kebijakan dari pemerintah, khususnya tarif. Ketika tarif lebih tinggi dari BPP akan meningkatkan subsidi juga kan," tegas dia.
(nng)
Lihat Juga :