Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Imbas Perlambatan Ekonomi China
Senin, 15 Agustus 2022 - 16:54 WIB
loading...
Rupiah hari ini ditutup melemah terhadap dolar AS. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah 73 poin di level Rp 14.741 per dolar Amerika Serikat (AS). Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan salah satu pemicu terkait data baru yang mengecewakan dari China. Tak terduga mitra dagang utama serta People's Bank of China secara tak terduga menurunkan biaya pinjaman jangka menengah dan alat likuiditas jangka pendek untuk kedua kalinya sebesar 10 basis poin menjadi 2,75%.
"Data ekonomi yang dirilis menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi China secara tak terduga melambat pada Juli, karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu berjuang untuk melepaskan pukulan terhadap pertumbuhan pada kuartal II 2022 dari pembatasan ketat Covid-19," terang Ibrahim, Senin (15/8/2022).
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Kebab Baba Rafi Tetap Tercuan
Sementara dari sisi internal, kata dia dipicu oleh Neraca Perdagangan Indonesia yang secara beruntun 27 bulan mencetak surplus pada Juli 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada bulan tersebut sebesar USD 4,23 miliar.
Lebih besar dibandingkan konsensus pasar yang memprediksi Surflus Neraca Perdagangan pada Juli sebesar USD3,81 miliar. "Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan surplus Juni 2022 yang sebesar USD5,09 miliar," kata dia.
"Data ekonomi yang dirilis menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi China secara tak terduga melambat pada Juli, karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu berjuang untuk melepaskan pukulan terhadap pertumbuhan pada kuartal II 2022 dari pembatasan ketat Covid-19," terang Ibrahim, Senin (15/8/2022).
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Kebab Baba Rafi Tetap Tercuan
Sementara dari sisi internal, kata dia dipicu oleh Neraca Perdagangan Indonesia yang secara beruntun 27 bulan mencetak surplus pada Juli 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada bulan tersebut sebesar USD 4,23 miliar.
Lebih besar dibandingkan konsensus pasar yang memprediksi Surflus Neraca Perdagangan pada Juli sebesar USD3,81 miliar. "Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan surplus Juni 2022 yang sebesar USD5,09 miliar," kata dia.
Lihat Juga :