Kuartal I/2020 Pendapatan Lippo Karawaci Naik 8,5%
Selasa, 30 Juni 2020 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
Pada kuartal I/2020, LPKR memperkuat posisi kasnya dan memperbaiki jatuh tempo utangnya dengan pembiayaan kembali obligasinya dari 2022 menjadi 2025. Saldo kas dan setara kas pada kuartal I/2020 sebesar Rp5,36 triliun dibandingkan dengan Rp4,69 triliun pada akhir tahun 2019.
Perseroan meningkatkan saldo kas sebesar Rp860 miliar dengan melepas posisi lindung nilai yang ada dan menggantinya dengan lindung nilai collar pada Rp15.000 hingga Rp17.500 serta menambah kas sebesar Rp356 miliar dari pelepasan saham First REIT di kuartal I/2020.
Perseroan melaporkan total utang yang lebih tinggi dalam rupiah, mencapai Rp14,54 triliun dibanding dengan Rp12,25 triliun pada akhir tahun 2019, terutama disebabkan oleh pelemahan rupiah. Pada kuartal I/2020, rupiah terdepresiasi terhadap USD sebesar 17,7% menjadi Rp16.367 dibandingkan Rp13.901 pada akhir tahun 2019.
Hasilnya rasio utang bersih terhadap ekuitas menjadi 0,29x pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan 0,22x pada kuartal IV/2019. Perseroan menjajaki peluang untuk mendiversifikasi sebagian utang dari dolar AS dengan lebih banyak utang dalam mata uang Rupiah, karena saat ini utang berdenominasi USD sebesar 91% dari total utang.
LPKR juga telah melepaskan kepemilikan pada bisnis non-core di First REIT serta meningkatkan kepemilikannya di PT Siloam Hospitals Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk. Sejak kuartal II/2019, Lippo Karawaci telah melepaskan sahamnya di First REIT dari 10,5% menjadi 0%, dimana telah mengumpulkanlebih dari Rp868 miliar dalam tiga kuartal terakhir serta lebih dari Rp356 miliar kas pada kuartal I/2020.
Lippo Karawaci meningkatkan kepemilikannya di Siloam Hospitals sebesar 4,3% menjadi 55,4%. Dalam transaksi terpisah, LPKR juga meningkatkan kepemilikannya di PT Lippo Cikarang Tbk sebesar 3,0% menjadi 84%.
"Kedua transaksi tersebut adalah bagian dari strategi manajemen untuk melepaskan aset-aset yang non-strategis dan fokus pada bisnis properti dan healthcare," jelasnya.
Perseroan meningkatkan saldo kas sebesar Rp860 miliar dengan melepas posisi lindung nilai yang ada dan menggantinya dengan lindung nilai collar pada Rp15.000 hingga Rp17.500 serta menambah kas sebesar Rp356 miliar dari pelepasan saham First REIT di kuartal I/2020.
Perseroan melaporkan total utang yang lebih tinggi dalam rupiah, mencapai Rp14,54 triliun dibanding dengan Rp12,25 triliun pada akhir tahun 2019, terutama disebabkan oleh pelemahan rupiah. Pada kuartal I/2020, rupiah terdepresiasi terhadap USD sebesar 17,7% menjadi Rp16.367 dibandingkan Rp13.901 pada akhir tahun 2019.
Hasilnya rasio utang bersih terhadap ekuitas menjadi 0,29x pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan 0,22x pada kuartal IV/2019. Perseroan menjajaki peluang untuk mendiversifikasi sebagian utang dari dolar AS dengan lebih banyak utang dalam mata uang Rupiah, karena saat ini utang berdenominasi USD sebesar 91% dari total utang.
LPKR juga telah melepaskan kepemilikan pada bisnis non-core di First REIT serta meningkatkan kepemilikannya di PT Siloam Hospitals Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk. Sejak kuartal II/2019, Lippo Karawaci telah melepaskan sahamnya di First REIT dari 10,5% menjadi 0%, dimana telah mengumpulkanlebih dari Rp868 miliar dalam tiga kuartal terakhir serta lebih dari Rp356 miliar kas pada kuartal I/2020.
Lippo Karawaci meningkatkan kepemilikannya di Siloam Hospitals sebesar 4,3% menjadi 55,4%. Dalam transaksi terpisah, LPKR juga meningkatkan kepemilikannya di PT Lippo Cikarang Tbk sebesar 3,0% menjadi 84%.
"Kedua transaksi tersebut adalah bagian dari strategi manajemen untuk melepaskan aset-aset yang non-strategis dan fokus pada bisnis properti dan healthcare," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :