Gerakkan Ekonomi Rakyat, BUMN Miliki Peran Penting Kurangi Angka Kemiskinan
Rabu, 17 Agustus 2022 - 18:00 WIB
loading...
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran penting menggerakkan ekonomi masyarakat hingga 30-40%. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan melalui berbagai program BUMN telah berhasil mengurangi angka kemiskinan.
"Kelas menengah telah mencapai 232 juta. Artinya kelas bawah semakin mengecil," kata dia dalam webinar BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan MNC Portal, Rabu (17/8/2022).
Baca Juga: Keterlibatan BUMN dan Swasta Bisa Perkuat Ketahanan Pangan
Menurut dia hal itu bukti bahwa peran BUMN signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, peran BUMN juga dibutuhkan mencapai target Indonesia menjadi negara nomor empat terbesar di dunia.
Guna mewujudkan itu, BUMN terus melakukan transformasi-transformasi besar dan yang paling nyata ialah membentuk holding BUMN dan memacu digitalisasi.
"Transformasi yang dilakukan tersebut hingga terbentuknya holding ultra mikro, holding pangan, holding kesehatan. Menjukkan BUMN semakin efisien," kata dia.
Hal tersebut terlihat dari capaian BUMN dengan pendapatan di tahun buku 2021 yang naik sekitar 3% dari Rp1.130 triliun menjadi Rp1.982 triliun. Artinya, lanjut Arya, meski pertumbuhan pendapatan yang hanya 3%, laba BUMN ada kenaikan hampir 1.000%.
"Kelas menengah telah mencapai 232 juta. Artinya kelas bawah semakin mengecil," kata dia dalam webinar BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan MNC Portal, Rabu (17/8/2022).
Baca Juga: Keterlibatan BUMN dan Swasta Bisa Perkuat Ketahanan Pangan
Menurut dia hal itu bukti bahwa peran BUMN signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, peran BUMN juga dibutuhkan mencapai target Indonesia menjadi negara nomor empat terbesar di dunia.
Guna mewujudkan itu, BUMN terus melakukan transformasi-transformasi besar dan yang paling nyata ialah membentuk holding BUMN dan memacu digitalisasi.
"Transformasi yang dilakukan tersebut hingga terbentuknya holding ultra mikro, holding pangan, holding kesehatan. Menjukkan BUMN semakin efisien," kata dia.
Hal tersebut terlihat dari capaian BUMN dengan pendapatan di tahun buku 2021 yang naik sekitar 3% dari Rp1.130 triliun menjadi Rp1.982 triliun. Artinya, lanjut Arya, meski pertumbuhan pendapatan yang hanya 3%, laba BUMN ada kenaikan hampir 1.000%.
Lihat Juga :