Eropa Kembali Terguncang, Gazprom Matikan Aliran Gas Rusia Selama 3 Hari
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 04:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Jantung Industri Eropa Terancam Eksodus Pabrik Imbas Krisis Gas
Shutdown aliran gas terjadi tepat ketika Jerman bergegas untuk mengisi penyimpanan gas setidaknya hingga kapasitas mencapai 95% pada bulan November. Namun hal itu juga tidak menjamin akan ada cukup gas untuk musim dingin jika Rusia memutus pasokan, kata regulator energi Jerman.
Rusia diketahui telah membatasi pengiriman ke Eropa melalui Ukraina. Meskipun mematikan Nord Stream selama tiga hari merupakan pukulan serius bagi pasar Eropa yang sudah rapuh, namun itu bisa menjadi lebih buruk.
Pemeliharaan untuk waktu singkat dan tidak dilakukan di tengah puncak permintaan menunjukkan bahwa turbin tunggal sedang dijaga sehingga dapat terus berfungsi untuk saat ini. Kembali pada bulan Juli, pipa sempat ditutup selama 10 hari untuk pemeliharaan rutin tahunan, dan banyak yang khawatir persediaan tidak akan dilanjutkan sama sekali.
"Pengumuman yang disampaikan pada hari Jumat kemungkinan akan membuat harga gas naik lebih jauh lagi ketika pasar dibuka kembali pada hari Senin," kata Tom Marzec-Manser, kepala analitik gas di ICIS di London.
Shutdown aliran gas terjadi tepat ketika Jerman bergegas untuk mengisi penyimpanan gas setidaknya hingga kapasitas mencapai 95% pada bulan November. Namun hal itu juga tidak menjamin akan ada cukup gas untuk musim dingin jika Rusia memutus pasokan, kata regulator energi Jerman.
Rusia diketahui telah membatasi pengiriman ke Eropa melalui Ukraina. Meskipun mematikan Nord Stream selama tiga hari merupakan pukulan serius bagi pasar Eropa yang sudah rapuh, namun itu bisa menjadi lebih buruk.
Pemeliharaan untuk waktu singkat dan tidak dilakukan di tengah puncak permintaan menunjukkan bahwa turbin tunggal sedang dijaga sehingga dapat terus berfungsi untuk saat ini. Kembali pada bulan Juli, pipa sempat ditutup selama 10 hari untuk pemeliharaan rutin tahunan, dan banyak yang khawatir persediaan tidak akan dilanjutkan sama sekali.
"Pengumuman yang disampaikan pada hari Jumat kemungkinan akan membuat harga gas naik lebih jauh lagi ketika pasar dibuka kembali pada hari Senin," kata Tom Marzec-Manser, kepala analitik gas di ICIS di London.
Lihat Juga :