Total Outstanding KUR hingga 31 Juli Capai Rp530 Triliun
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 15:00 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Ketahanan ekonomi nasional dalam dua tahun terakhir diuji dengan guncangan krisis global akibat pandemi Covid-19. Merespons permasalahan yang berdampak pada multisektor tersebut, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan di antaranya dengan pembatasan mobilitas masyarakat berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi.
"Dengan berbagai kondisi tersebut, pemerintah memberikan respons yang cepat untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional dengan menyiapkan berbagai bauran kebijakan stimulus yang didukung dengan sinergi serta kolaborasi berbagai pihak guna memastikan keberlangsungan hidup dan penghidupan (live and livelihood) masyarakat tetap terjaga," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui pernyataannya, Sabtu (20/8/2022).
Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Harga Pangan Mulai Stabil
Salah satu kebijakan tersebut, yakni mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan kebijakan bantuan permodalan bagi UMKM dengan pemberian insentif tambahan subsidi bunga sebesar 6% yang menjadikan bunga KUR menjadi 0% di tahun 2020 serta insentif tersebut dilanjutkan pada tahun 2021 dan 2022 sebesar 3%. Pemerintah juga telah meningkatkan plafon KUR pada setiap tahun hingga mencapai Rp373,17 triliun pada tahun 2022.
Penyaluran KUR telah dimanfaatkan oleh UMKM dari berbagai kalangan masyarakat diantaranya wirausahawan baru, ibu rumah tangga, purna pekerja migran, kelompok tani dan nelayan, serta calon pekerja migran.
"Total outstanding KUR sendiri sejak tahun 2015 hingga 31 Juli 2022 mencapai Rp530 triliun dan telah disalurkan bagi sekitar 36,56 juta debitur. Sementara itu, rasio non-performing loan (NPL) KUR pada 31 Mei 2022 masih tercatat berada di kisaran 1,03%," ungkap Airlangga.
"Dengan berbagai kondisi tersebut, pemerintah memberikan respons yang cepat untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional dengan menyiapkan berbagai bauran kebijakan stimulus yang didukung dengan sinergi serta kolaborasi berbagai pihak guna memastikan keberlangsungan hidup dan penghidupan (live and livelihood) masyarakat tetap terjaga," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui pernyataannya, Sabtu (20/8/2022).
Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Harga Pangan Mulai Stabil
Salah satu kebijakan tersebut, yakni mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan kebijakan bantuan permodalan bagi UMKM dengan pemberian insentif tambahan subsidi bunga sebesar 6% yang menjadikan bunga KUR menjadi 0% di tahun 2020 serta insentif tersebut dilanjutkan pada tahun 2021 dan 2022 sebesar 3%. Pemerintah juga telah meningkatkan plafon KUR pada setiap tahun hingga mencapai Rp373,17 triliun pada tahun 2022.
Penyaluran KUR telah dimanfaatkan oleh UMKM dari berbagai kalangan masyarakat diantaranya wirausahawan baru, ibu rumah tangga, purna pekerja migran, kelompok tani dan nelayan, serta calon pekerja migran.
"Total outstanding KUR sendiri sejak tahun 2015 hingga 31 Juli 2022 mencapai Rp530 triliun dan telah disalurkan bagi sekitar 36,56 juta debitur. Sementara itu, rasio non-performing loan (NPL) KUR pada 31 Mei 2022 masih tercatat berada di kisaran 1,03%," ungkap Airlangga.
Lihat Juga :