Pengembangan Kawasan Industri Batang, Erick Minta Proposal Ekosistem Investasi

Selasa, 30 Juni 2020 - 14:16 WIB
loading...
Pengembangan Kawasan...
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Kawasan Industri Batang ini juga harus dipadukan dengan industri di Jateng lainnya seperti di Brebes, Kendal, dan pariwisata Borobudur. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah siap dibangun sebagai upaya menggenjot investasi. Terkait hal itu, Erick memastikan dukungan dari BUMN seperti PLN dari segi kelistrikan dan Pertamina terkait gas bakal diberikan agar target yang dicanangkan di Kawasan Industri Batang ini bisa tercapai.

(Baca Juga: Bahlil: Investor Kawasan Industri Tidak Perlu Beli Lahan di Batang )

Ia berharap dengan dukungan semua pihak tujuan khususnya untuk meningkatkan investasi bisa terwujud. Nantinya terang dia Kawasan Industri Batang ini juga harus dipadukan dengan industri di Jateng lainnya seperti di Brebes, Kendal, dan pariwisata Borobudur. Selain itu, pengembangannya bisa melengkapi kawasan industri di Pulau Jawa setelah sebelumnya ada di Cikarang, Jawa Barat dan Gresik, Jawa Timur.

"Saya mendapat dukungan Kemenko Maritim dan BKPM untuk segara menyusun proposal ekosistem investasi untuk mitra strategis yang akan kita follow up. Tentunya dengan kujungan ke beberapa negara dan bersama-bersama potensi di kawasan industri batang," kata Erick Thohir saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau Kawasan Industri Batang yang juga disiarkan secara virtual, Selasa (30/6/2020).

(Baca Juga: Kawasan Industri Batang Diresmikan, Erick Thohir: Jawa Jadi Pusat Manufaktur )

Sambung dia menginstruksikan pada perusahaan BUMN untuk memberikan fasilitas pada kawasan industri Batang. Salah satunya pengadaan gas dan listrik dalam mendukung pengembangan kawasan industri Batang. "Saya mengundang dan meminta direksi BUMN yang bertanggung jawab atas PLN dengan menyediakan listrik lalu Pertamina menyalurkan gasnya," paparnya.

Dia pun optimis pengembangan kawasan Industri Batang akan selesai 6 bulan sejalan target yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. "Kita lakukan targetnya berjalan yang dilakukan Bapak Jokowi untuk diselesaikan enam bulan kedeoan dan kita siap medukung proyek batang," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Rekomendasi
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved