BUMN Siap Fasilitasi Kawasan Industri Batang, 4.000 Hektare Lahan Disiapkan
Selasa, 30 Juni 2020 - 17:46 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerangkan, setidaknya kurang lebih 4.000 hektare lahan disiapkan pemerintah untuk pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang. Foto/Dok
A
A
A
BATANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerangkan, setidaknya kurang lebih 4.000 hektare lahan disiapkan pemerintah untuk pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang. Pada fase pertama, 450 hektare dari jumlah tersebut disiapkan untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.
"Kita akan siapkan kurang lebih 4.000 hektare di sini dan untuk tahapan pertama akan disiapkan kurang lebih 450 hektare terlebih dahulu," kata Presiden yang didampingi para Menteri terkait serta Kepala BKPM meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).
(Baca Juga: Jaring Relokasi Pabrik China, Kawasan Industri Batang Serap 30.000 Tenaga Lokal )
Presiden mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh kalah dengan negara-negara lainnya yang juga sibuk berbenah untuk memberikan kemudahan dan pelayanan bagi investasi yang masuk ke negara mereka. Bahkan, khusus untuk menarik investor lebih banyak, KIT Batang akan menerapkan konsep baru, yakni para investor tidak perlu membeli lahan. Mereka bisa menyewa dalam jangka waktu panjang dengan melakukan kerjasama dengan Holding Perkebunan yang dikoordinasikan PTPN III.
"Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang ini merupakan kolaborasi antara BUMN dengan BPKM. Melalui PTPN III, kami yang akan membebaskan lahan sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN dan akan memudahkan serta meyakinkan kerjasama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," jelas Menteri BUMN Erick Thohir.
"Kita akan siapkan kurang lebih 4.000 hektare di sini dan untuk tahapan pertama akan disiapkan kurang lebih 450 hektare terlebih dahulu," kata Presiden yang didampingi para Menteri terkait serta Kepala BKPM meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).
(Baca Juga: Jaring Relokasi Pabrik China, Kawasan Industri Batang Serap 30.000 Tenaga Lokal )
Presiden mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh kalah dengan negara-negara lainnya yang juga sibuk berbenah untuk memberikan kemudahan dan pelayanan bagi investasi yang masuk ke negara mereka. Bahkan, khusus untuk menarik investor lebih banyak, KIT Batang akan menerapkan konsep baru, yakni para investor tidak perlu membeli lahan. Mereka bisa menyewa dalam jangka waktu panjang dengan melakukan kerjasama dengan Holding Perkebunan yang dikoordinasikan PTPN III.
"Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang ini merupakan kolaborasi antara BUMN dengan BPKM. Melalui PTPN III, kami yang akan membebaskan lahan sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN dan akan memudahkan serta meyakinkan kerjasama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," jelas Menteri BUMN Erick Thohir.
Lihat Juga :