Ketika BUMN Keroyokan Menggarap Kawasan Industri Batang
Selasa, 30 Juni 2020 - 17:49 WIB
loading...
Kawasan Industri Terpadu Batang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal memfasilitasi Kawasan Industri Terpadu Batang. Langkah itu seiring peresmian Batang sebagai kawasan industri manufaktur oleh Presiden Joko Widodo .
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang merupakan kolaborasi antara BUMN dengan BPKM. PTPN III akan membebaskan lahan sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN.
"Akan memudahkan serta meyakinkan kerja sama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," jelas Erick Thohir di Jakarta, Selasa (30/6/2020).
Fokus pemerintah untuk lebih dulu mengembangkan KIT Batang juga didorong untuk meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah, sekaligus mendorong agar kawasan industri ini mampu bersaing dan menjadi pengimbang dengan kawasan industri di Jakarta dan Pasuruan, Jawa Timur. ( Baca:Kawasan Industri Batang Diresmikan, Erick Thohir: Jawa Jadi Pusat Manufaktur )
Selain itu, keberadaan kawasan industri Batang diharapkan akan mampu memperbesar upah minimum regional (UMR) Jawa Tengah yang masih tergolong rendah, dan meningkatkan pemerataan kualitas sumber daya manusia. Tahap pertama pengembangan KIT Batang di lahan seluas 450 hektare diperkirakan bisa menampung 30 ribu tenaga kerja lokal.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang merupakan kolaborasi antara BUMN dengan BPKM. PTPN III akan membebaskan lahan sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN.
"Akan memudahkan serta meyakinkan kerja sama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," jelas Erick Thohir di Jakarta, Selasa (30/6/2020).
Fokus pemerintah untuk lebih dulu mengembangkan KIT Batang juga didorong untuk meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah, sekaligus mendorong agar kawasan industri ini mampu bersaing dan menjadi pengimbang dengan kawasan industri di Jakarta dan Pasuruan, Jawa Timur. ( Baca:Kawasan Industri Batang Diresmikan, Erick Thohir: Jawa Jadi Pusat Manufaktur )
Selain itu, keberadaan kawasan industri Batang diharapkan akan mampu memperbesar upah minimum regional (UMR) Jawa Tengah yang masih tergolong rendah, dan meningkatkan pemerataan kualitas sumber daya manusia. Tahap pertama pengembangan KIT Batang di lahan seluas 450 hektare diperkirakan bisa menampung 30 ribu tenaga kerja lokal.
Lihat Juga :