alexametrics

Ditopang Agenda Politik, KBI Raup Laba Rp50,3 Miliar di 2019

loading...
Ditopang Agenda Politik, KBI Raup Laba Rp50,3 Miliar di 2019
Foto/Situs KBI
A+ A-
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI merilis laporan keuangan 2019. Dalam laporan tahunan tersebut, KBI merilis laba bersih sebesar Rp50,3 miliar. Perolehan itu mengalami kenaikan 82,87 % dibandingkan laba bersih tahun 2018.

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam layanan kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi di perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik komoditas, serta berperan sebagai pusat registrasi resi gudang. (Baca:Mendag Ajak Masyarakat Manfaatkan Perdagangan Berjangka Komoditas)

“Pencapaian laba yang didapat KBI tahun 2019 ini kami nilai cukup menggembirakan. Hal ini dikarenakan situasi ekonomi tahun 2019 yang diwarnai dengan agenda politik nasional, yaitu pemilu presiden dan pemilu legislatif serta pertumbuhan ekonomi nasional yang boleh dibilang landai," kata Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dalam keterangan resminya, Selasa (30/6/2020).



Dari sisi pendapatan, sepanjang tahun 2019 KBI mencatatkan pendapatan sebesar Rp131 miliar atau sebesar 102,91% dari target anggaran tahunan sebesar Rp127 miliar. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan operasional sebesar Rp112 miliar atau 106,91% dari anggaran tahunan, dan pendapatan non-operasional sebesar Rp18 miliar atau sebesar 83,84% dari anggaran tahunan.

Naiknya pendapatan KBI tidak lepas dari kinerja industri perdagangan berjangka komoditi yang mengalami pertumbuhan cukup positif. Hal ini tercermin dari volume transaksi multilateral PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang mencapai 1.467.371 lot, melewati target yang telah dicanangkan sebesar 1,1 juta lot.

Dari volume transaksi tersebut, kontrak berjangka emas berkontribusi 45% atau setara dengan 660.893 lot. Kopi juga menjadi kontributor terbesar volume transaksi dengan porsi 29% atau 430.837 lot, yang diikuti dengan transaksi olein dengan porsi 23% atau sekitar 336.124 lot, dan kakao sebesar 3% atau setara 39.517 lot.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top