alexametrics

Menteri Teten Dukung Transformasi Digital UMKM Jadi Solusi

loading...
Menteri Teten Dukung Transformasi Digital UMKM Jadi Solusi
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan sektor yang paling terdampak akibat pandemi virus Covid-19. Banyak pelaku UMKM yang kehilangan pendapatan, tidak bisa mencicil pembiayaan, hingga gulung tikar karena berkurangnya pendapatan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, ada sejumlah UMKM yang bisa memanfaatkan peluang untuk bertahan dan tumbuh, yaitu yang sudah terhubung dengan marketplace online melalui sistem digital. Teten menjelaskan, kebijakan yang diterapkan pemerintah, membuat masyarakat berbelanja secara online.

“Data penjualan e-commerce di Bank Indonesia bulan lalu meningkat 18%. Bahkan Katadata mencatat lebih besar lagi, hampir dua kali lipatnya. Kenapa bisa meningkat, karena ada kebijakan social distancing, PSBB WFH, orang akhirnya belanja lewat online. Sayangnya baru 13%, masih sedikit, atau sekitar 8 juta; 87 persennya masih offline,” ujar Teten di Jalarta, Selasa (30/6/2020).



Untuk itu Kementerian Koperasi dan UKM mendorong percepatan transformasi digital bagi pelaku UMKM. Teten menjelaskan, UMKM yang bertahan diharuskan melakukan adaptasi bisnis dan melakukan inovasi produk, menyesuaikan dengan permintaan pasar. (Baca:Digitalisasi Jadi Kunci UMKM, Teten: GoFood Bisa Bikin Pelaku Kuliner Aman)

“Banyak yang banting setir dengan kebutuhan makan minuman, kebutuhan pokok, termasuk kebutuhan pribadi, minuman herbal, alat kesehatan termasuk keperluan di rumah. Ini yang bisa bertahan. KemenKopUKM sejak awal membantu adaptasi bisnis,” katanya.

Ke depan, menurut Teten, perilaku konsumen akan mementingkan barang konsumsi, terutama makanan dan minuman yang bersih dari Covid-19. Sehingga kemasan dan pengolahan higenis menjadi sangat penting.

“Ke depan kita hadapi kebiasaan baru dari perilaku konsumen, yang lebih mementingkan barang konsumsi yang bersih dari Covid-19. Ini terkait kemasan, dan pengolahan secara higenis. Belanja online menjadi tren, standar meningkat,” ujarnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top