Rupiah Dibuka Loyo Ketika Mata Uang Lain di Asia Perkasa

Rabu, 01 Juli 2020 - 09:58 WIB
loading...
Rupiah Dibuka Loyo Ketika...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah dan sejumlah mata uang aset berisiko dibuka loyo terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu (1/7/2020). Pelemahan rupiah berbanding terbalik dengan sejumlah mata uang di kawasan Asia.

Data Bloomberg mencatat, rupiah masuk ke level 14.292 atau merugi 47 poin yang sebelumnya rupiah ditutup di level Rp14.245. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.245 hingga Rp14.287 per USD.

Sementara itu, Yahoo Finance mencatat rupiah bermain pada level Rp14.365 USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.360-Rp14.365 per USD. ( Baca:Diadang Sejumlah Sentimen Negatif, Rupiah Diprediksi Lunglai )

Di sisi lain, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Hanya baht Thailand yang tercatat mengalami pelemahan 0,07%.

Rinciannya, yen Jepang menguat 0,10%, dolar Singapura menguat 0,04%, dolar Taiwan menguat 0,26%, won Korea Selatan menguat 0,33%, peso Filipina menguat 0,07% , rupee India menguat 0,14%, yuan China menguat 0,05%, dan ringgit Malaysia menguat 0,14%.

Sebelumnya, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan sentimen negatif berupa kekhawatiran melambatnya pemulihan ekonomi karena masih meningginya kasus Covid-19 akan menekan pergerakan aset berisiko.

"Selain itu pengesahan UU Keamanan HK berpotensi meningkatkan ketegangan antara AS dan Tiongkok yang juga akan memberikan sentimen negatif ke aset berisiko," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
10 Bandara InJourney...
10 Bandara InJourney Airports Terbaik di Asia Pasifik 2024!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved