Jerman Selangkah Lagi Tinggalkan Gas Rusia, Stok Penyimpanan Makin Penuh

Senin, 29 Agustus 2022 - 08:05 WIB
loading...
Jerman Selangkah Lagi Tinggalkan Gas Rusia, Stok Penyimpanan Makin Penuh
Kementerian ekonomi Jerman mengatakan, fasilitas penyimpanan gas terisi lebih cepat dari yang direncanakan, meskipun ada ketidakpastian pasokan melalui pipa utama dari Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian ekonomi Jerman mengatakan, fasilitas penyimpanan gas terisi lebih cepat dari yang direncanakan, meskipun ada ketidakpastian pasokan melalui pipa utama dari Rusia . Diproyeksi bahwa hingga target bulan Oktober untuk kapasitas penyimpanan 85%, bakal sudah tercapai awal bulan depan.

Upaya Jerman untuk mengakhiri impor gas Rusia sepertinya berhasil "untuk sebagian besar," seperti disampaikan oleh Menteri Ekonomi Robert Habeck pada akhir pekan kemarin seperti dilansir Bloomberg.

Baca Juga: Lupakan Minyak dan Gas Rusia, Inggris Sudah Tak Lagi Impor

Pekerjaan memasang terminal gas cair terapung berjalan sesuai rencana, pengiriman dari Belanda dan Belgia akan ditingkatkan dan Prancis juga ingin memasok gas ke Jerman.

"Ini adalah situasi yang sangat menantang dan penghematan besar pasti masih dibutuhkan, tetapi kami siap sebagai sebuah negara," kata Habeck.

Jerman tengah berlomba untuk mengisi penyimpanan gas tepat waktu sebagai persiapan menghadapi musim dingin setelah Rusia secara drastis memotong aliran gas melalui pipa utama Nord Stream. Pasokan seret Rusia memicu kenaikan harga dan memperburuk krisis energi terburuk di Eropa dalam beberapa dekade.

Koalisi yang berkuasa di Berlin telah mengamanatkan bahwa fasilitas penyimpanan gas ditargetkan mencapai 85% pada Oktober dan 95% saat memasuki November.

Baca Juga: 3 Negara yang Bisa Menggantikan Suplai Gas Rusia ke Eropa

Sementara itu pada bulan ini Gazprom PJSC mengumumkan akan berhenti mengirimkan gas ke Eropa melalui Nord Stream selama tiga hari mulai Rabu, depan. Tetapi Habeck mengatakan, Jerman seharusnya sudah hampir mencapai target Oktober saat itu.

"Perusahaan kemudian akan dapat menarik gas di fasilitas penyimpanan seperti yang direncanakan selama musim dingin untuk juga memasok industri dan rumah tangga," katanya.

"Tidak diragukan lagi, ini adalah masa-masa sulit. Tetapi terlepas dari keadaan yang sulit, kami membuat kemajuan," bebernya.

Menurut laporan terbaru Badan Jaringan Federal, penyimpanan gas mencapai 81.3% pada hari Jumat, kemarin waktu setempat dengan aliran melalui Nord Stream tersisa sekitar 20% dari kapasitas.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1866 seconds (11.252#12.26)