Delos Jaring Talenta Muda Tingkatkan Kemampuan Nelayan Budidaya Udang
Senin, 29 Agustus 2022 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
"Delos menyadari, pembentukan sumber daya manusia yang mumpuni merupakan hal yang cukup signifikan untuk kemajuan industri tambak udang dalam jangka panjang," ujar Guntur dalam pernyataan tertulis, Jumat (26/8/2022).
Dia mengatakan mahasiswa yang sudah lulus belum tentu siap untuk bekerja. Mereka perlu pembekalan kerja yang nyata langsung dihadapkan pada situasi kerja dan tantangan. "Apalagi industri ini berkaitan dengan mahluk hidup yang kondisi lapangannya fluktuatif," jelasnya.
Dari 13 peserta Delos Maritim Institut (DMI) yang telah menjalani masa pelatihan singkat tersebut, beberapa di antaranya didapuk langsung menjadi pegawai tambak karena kepiawaiannya. Salah satu peserta yang merupakan lulusan Teknologi Hasil Perikanan UGM Rahma Beta Romadona, merupakan salah satu angkatan pertama DMI yang langsung menjadi pegawai laboratory analyst tambak di tempat pelatihannya di Tambak Nusantara Mandiri, di Singkawang Kalimantan Barat, begitu program DMI berakhir.
"Pada bulan pertama saya ditempatkan di laboratorium dan ada tantangan untuk menyelesaikan Kurva Standar yang tak kunjung mendapatkan hasil. Setelah saya telaah, ternyata ada salah satu SOP lab yang terlewat, yaitu persentase campuran kimia yang kurang sesuai. Sekaligus karena posisi analis lab kosong, akhirnya saya dipercayakan mengisi posisi tersebut," ungkap Rahma.
Kurva standar yang dimaksud adalah tools yang digunakan untuk menemukan rumus peprhitungan pengujian parameter kimia, sebagai data kualitas air di tambak udang sebagai standarisasi semua larutan untuk pengujian sampel air. Industri tambak udang di Indonesia tentunya membutuhkan sebuah program khusus yang menitikberatkan sains, teknologi, dan praktek kerja langsung terlibat dalam menjalankan budi daya udang dalam kesehariannya.
Dia mengatakan mahasiswa yang sudah lulus belum tentu siap untuk bekerja. Mereka perlu pembekalan kerja yang nyata langsung dihadapkan pada situasi kerja dan tantangan. "Apalagi industri ini berkaitan dengan mahluk hidup yang kondisi lapangannya fluktuatif," jelasnya.
Dari 13 peserta Delos Maritim Institut (DMI) yang telah menjalani masa pelatihan singkat tersebut, beberapa di antaranya didapuk langsung menjadi pegawai tambak karena kepiawaiannya. Salah satu peserta yang merupakan lulusan Teknologi Hasil Perikanan UGM Rahma Beta Romadona, merupakan salah satu angkatan pertama DMI yang langsung menjadi pegawai laboratory analyst tambak di tempat pelatihannya di Tambak Nusantara Mandiri, di Singkawang Kalimantan Barat, begitu program DMI berakhir.
"Pada bulan pertama saya ditempatkan di laboratorium dan ada tantangan untuk menyelesaikan Kurva Standar yang tak kunjung mendapatkan hasil. Setelah saya telaah, ternyata ada salah satu SOP lab yang terlewat, yaitu persentase campuran kimia yang kurang sesuai. Sekaligus karena posisi analis lab kosong, akhirnya saya dipercayakan mengisi posisi tersebut," ungkap Rahma.
Kurva standar yang dimaksud adalah tools yang digunakan untuk menemukan rumus peprhitungan pengujian parameter kimia, sebagai data kualitas air di tambak udang sebagai standarisasi semua larutan untuk pengujian sampel air. Industri tambak udang di Indonesia tentunya membutuhkan sebuah program khusus yang menitikberatkan sains, teknologi, dan praktek kerja langsung terlibat dalam menjalankan budi daya udang dalam kesehariannya.
Lihat Juga :