Dukung Kelapa Sawit Berkelanjutan, Ini 5 Hasil Rapat Komrah BPDPKS
Selasa, 30 Agustus 2022 - 08:44 WIB
loading...
Pemerintah berkomitmen mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis nasional. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah berkomitmen mendukung sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis nasional.
Dalam rapat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (Komrah BPDPKS) pada Minggu (28/8), diperoleh keputusan yang telah menyetujui lima hal.
Kelima hal tersebut adalah perpanjangan tarif Pungutan Ekspor (PE) sebesar USD0 untuk semua produk hingga 31 Oktober 2022, penambahan alokasi biodiesel tahun 2022, pembangunan pabrik Minyak Makan Merah (3M), dukungan percepatan peningkatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
“Perpanjangan Tarif PE sebesar USD0 dimaksudkan untuk menjaga momentum saat ini, di mana harga Crude Palm Oil (CPO) mulai stabil, harga minyak goreng mulai turun, dan harga tandan buah segar (TBS) yang mulai meningkat, sehingga membuat petani atau pekebun mulai merasakan manfaatnya,” papar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat secara virtual tersebut, dikutip Selasa (30/8/2022).
Baca juga: Komitmen Pengusaha Kelapa Sawit Mewujudkan Industri Berkelanjutan
Dalam rapat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (Komrah BPDPKS) pada Minggu (28/8), diperoleh keputusan yang telah menyetujui lima hal.
Kelima hal tersebut adalah perpanjangan tarif Pungutan Ekspor (PE) sebesar USD0 untuk semua produk hingga 31 Oktober 2022, penambahan alokasi biodiesel tahun 2022, pembangunan pabrik Minyak Makan Merah (3M), dukungan percepatan peningkatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
“Perpanjangan Tarif PE sebesar USD0 dimaksudkan untuk menjaga momentum saat ini, di mana harga Crude Palm Oil (CPO) mulai stabil, harga minyak goreng mulai turun, dan harga tandan buah segar (TBS) yang mulai meningkat, sehingga membuat petani atau pekebun mulai merasakan manfaatnya,” papar Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat secara virtual tersebut, dikutip Selasa (30/8/2022).
Baca juga: Komitmen Pengusaha Kelapa Sawit Mewujudkan Industri Berkelanjutan
Lihat Juga :