Digempur E-Commerce, Ritel Konvensional Diyakini Tetap Prospektif
Rabu, 31 Agustus 2022 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, Syarifah menjelaskan ketika masih digitalship atau maraknya perkembangan e-commerce justru membuat pasar penjualan baru dari para penyewa ritel.
"Saya merasa e-commerce tidak mematikan, justru e-commerce menjadi pendorong, penyemangat atau instrumen untuk ritel mengaplikasikan dalam platform itu," sambungnya.
Menurut dia, kondisi pasca pandemi ini juga membuat tenant mulai masuk kembali. Pada semester I/2022 beberapa tenant yang masuk berasal dari sektor seperti F&B, Home Appliance, Electronics, Sport Apparel, Fashion, dan Departemen Store.
"Saya mengatakan setidaknya ada 2 hal yang perlu kita bayangkan. Pertama adalah business as usual dalam arti bahwa perspektif pengembangan usaha di tengah transisi endemi tentu tidak mudah," ucapnya.
"Namun dengan best practice yang sudah dilakukan oleh para peritel, baik itu di global, regional, beberapa ritel yang kunjungannya relatif baik ya di Jakarta, saya rasa menjadikan optimisme kita untuk men-set skenario optimis untuk para peritel kembali berjaya sebelum masa pra pandemi," tuturnya.
Baca juga: Kemenkop UKM Targetkan 2,5 Juta UMKM Kantongi NIB hingga 2024
"Saya merasa e-commerce tidak mematikan, justru e-commerce menjadi pendorong, penyemangat atau instrumen untuk ritel mengaplikasikan dalam platform itu," sambungnya.
Menurut dia, kondisi pasca pandemi ini juga membuat tenant mulai masuk kembali. Pada semester I/2022 beberapa tenant yang masuk berasal dari sektor seperti F&B, Home Appliance, Electronics, Sport Apparel, Fashion, dan Departemen Store.
"Saya mengatakan setidaknya ada 2 hal yang perlu kita bayangkan. Pertama adalah business as usual dalam arti bahwa perspektif pengembangan usaha di tengah transisi endemi tentu tidak mudah," ucapnya.
"Namun dengan best practice yang sudah dilakukan oleh para peritel, baik itu di global, regional, beberapa ritel yang kunjungannya relatif baik ya di Jakarta, saya rasa menjadikan optimisme kita untuk men-set skenario optimis untuk para peritel kembali berjaya sebelum masa pra pandemi," tuturnya.
Baca juga: Kemenkop UKM Targetkan 2,5 Juta UMKM Kantongi NIB hingga 2024
Lihat Juga :