Ekonomi China Melemah, Harga Karet Terjun Bebas

Jum'at, 02 September 2022 - 18:00 WIB
loading...
Ekonomi China Melemah,...
Harga karet mengalami penurunan. FOTO/SINDOnews
A A A
MEDAN - Harga karet di pasar komoditas terjun bebas ke 133,3 cent AS per kilogram dipicu pelemahan ekonomi China . Kondisi itu, membuat para eksportir harus merugi karena harga jual lebih rendah dibandingkan biaya produksi mereka.

Sekretaris Eksekutif pada Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah, mengatakan sejak awal Januari hingga akhir Agustus 2022 harga karet cenderung menurun. Pada 3 Januari harga karet TSR20 di Bursa Berjangka Singapura (SGX) tercatat 175,1 cent AS per kg. Harga karet tersebut cenderung turun hingga pada 9 Mei 2022 tercatat sebesar 155,8 cent AS per kilogram. Per 1 September 2022, harga karet TSR20 tercatat sebesar 133,3 cent AS per kilogram.

"Tingkatan harga saat ini sudah pada posisi rugi, tergantung jenis produsennnya. Bila produsennya adalah rakyat maka harga pokok produksinya USD 2-2,5 per kilogram, tergantung besar kecilnya kepemilikan kebun. Sedangkan produsen dari perusahaan perkebunan USD 1,1-1,6 per kilogram tergantung besar kecilnya luas lahan kebun," kata Edy, Jumat (2/9/2022).

Baca Juga: 5 Negara di Dunia yang Memiliki Utang Terbesar ke China, Nomor 4 Tetangga Indonesia

Dia menjelaskan, penurunan harga karet dipicu potensi kenaikan lebih lanjut suku bunga dan ekonomi China yang melemah seiring kekhawatiran akan resesi global. Faktor pelemahan ekonomi China cukup dominan mengingat negara ini adalah konsumen karet nomor satu dunia.

Tiga besar konsumen utama karet dunia secara berurutan pada tahun 2021 adalah China (41,2 persen), India (8,7 persen), USA (6,7 persen). "Saat ini, buyer tertentu telah mengurangi dan ada yang berhenti sementara pembelian dari Sumatera Utara," ungkap Edy.

Pabrik pengolahan karet di Sumatera Utara saat ini mengalamai tekanan yang semakin berat, penurunan harga terus tak terbendung dan sementara bahan baku juga semakin berkurang karena sebagian petani karet beralih ke pekerjaan lain yang dianggap lebih menguntungkan. "Selama Periode 2019-2022 ada 3 pabrik karet tutup dan 2 pabrik karet berhenti sementara," ujar Edy.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Imbas Perlambatan Ekonomi China

Secara internasional, lanjutnya, ITRC (International Tripartite Rubber Council) sebagai stabilisator harga karet alam diharapkan dapat mengambil langkah-langkah untuk menahan penurunan harga karet. "Dalam negeri, semoga pemerintah pusat memperhatikan petani karet," tutur Edy.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Mengangkangi Tarif...
China Mengangkangi Tarif Trump, Surplus Perdagangan Cetak Rekor Rp19.886 Triliun
Dorong Konsumsi Domestik,...
Dorong Konsumsi Domestik, China Pangkas Tarif Impor 935 Produk Mulai 2026
Ekspor China Bangkit,...
Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun
Ekonomi China Diprediksi...
Ekonomi China Diprediksi Lampaui Rp399.000 Triliun dalam 5 Tahun ke Depan
Lampaui Target, Ekonomi...
Lampaui Target, Ekonomi China Melesat Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2025
Resmi Beroperasi, Pabrik...
Resmi Beroperasi, Pabrik Karet Remah di Aceh Pertama Siap Dongkrak Ekonomi Daerah
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Ekspor Kuat, Konsumsi...
Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China
Protes Pedesaan China...
Protes Pedesaan China Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi
Rekomendasi
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Berita Terkini
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved