BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik di Bulan Juni
Rabu, 01 Juli 2020 - 19:22 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada bulan Juni 2020 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 99,6% atau naik 0,13% dibanding NTP sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,23%.
Jadi, angka yang ada nilainya jauh lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib), yakni sebesar 0,11%.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, mengatakan bahwa faktor lain yang menyebabkan angka NTP naik adalah perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) yang mencapai 0,08%. Kenaikan juga diikuti oleh naiknya sembilan dari sebelas kelompok pembentuk indeks konsumsi rumah tangga. ( Baca:Komisi IV DPR Minta Mentan Bantu Petani Terdampak Pandemi Covid-19 )
"Kemudian NTUP (nilai tukar usaha rumah tangga pertanian) nasional pada Juni 2020 juga naik sebesar 100,25 atau 0,08% dibanding NTUP bulan sebelumnya," ujar Suhariyanto di Jakarta, Rabu (1/7/2020).
Suhariyanto mengatakan, BPS juga mencatat perkembangan harga gabah dan beras di penggilingan selama bulan juni 2020. Kata dia, dari 1.732 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi, nilai gabah kering panen (GKP) mencapai 58,60%, kemudian gabah kering giling (GKG) 24,48%, dan gabah luar kualitas 16,92%.
Jadi, angka yang ada nilainya jauh lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib), yakni sebesar 0,11%.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, mengatakan bahwa faktor lain yang menyebabkan angka NTP naik adalah perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) yang mencapai 0,08%. Kenaikan juga diikuti oleh naiknya sembilan dari sebelas kelompok pembentuk indeks konsumsi rumah tangga. ( Baca:Komisi IV DPR Minta Mentan Bantu Petani Terdampak Pandemi Covid-19 )
"Kemudian NTUP (nilai tukar usaha rumah tangga pertanian) nasional pada Juni 2020 juga naik sebesar 100,25 atau 0,08% dibanding NTUP bulan sebelumnya," ujar Suhariyanto di Jakarta, Rabu (1/7/2020).
Suhariyanto mengatakan, BPS juga mencatat perkembangan harga gabah dan beras di penggilingan selama bulan juni 2020. Kata dia, dari 1.732 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi, nilai gabah kering panen (GKP) mencapai 58,60%, kemudian gabah kering giling (GKG) 24,48%, dan gabah luar kualitas 16,92%.
Lihat Juga :