Jejak Harga BBM di Indonesia: Bensin Pernah Seharga Rp0,3 Perak per Liter

Minggu, 04 September 2022 - 18:00 WIB
loading...
Jejak Harga BBM di Indonesia:...
Harga BBM di setiap periode kepemimpinan terus mengalami perubahan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga BBM merupakan sebuah langkah yang terpaksa dilakukan, sebab jika harga tidak naik maka beban APBN akan semakin meningkat. Terhitung pemerintah memerlukan tambahan anggaran sekitar Rp198 triliun jika BBM tidak naik, mengingat subsidi energi yang digelontorkan sudah mencapai Rp502 triliun.

Baca juga: Nasib Minyak Indonesia: Berjaya di Zaman Soeharto, Kini Jadi Net Importir

Kenaikan harga BBM sudah kerap terjadi di Indonesia di setiap periode kepemimpinan presiden. Hanya Presiden BJ Habibie yang tidak menaikkan harga BBM karena hanya memimpin selama 18 bulan.

Dihimpun dari berbagai sumber oleh MPI, berikut beragam perubahan harga BBM bersubsidi pada setiap masa kepemimpinan Presiden RI, dari zaman Soekarno hingga Jokowi.

1. Presiden Soekarno
Pada masa pemerintahan Soekarno terjadi tiga kali perubahan harga BBM. Awalnya pada 22 November 1965 ditetapkan harga BBM jenis premium menjadi Rp0,3 dan solar Rp 0,2. Dua bulan kemudian, pada 3 Januari 1966, pemerintah menaikkan harga Premium menjadi Rp1 dan solar Rp0,2. Dan ketiga kalinya berlaku pada 27 Januari 1966 ketika pemerintah melakukan penyesuaian harga Premium dan menurunkannya menjadi Rp0,5, sedangkan solar menjadi Rp0,4.

2. Presiden Soeharto
Dalam 30 tahun kepemimpinannya BBM bersubsidi mengalami 20 kali perubahan meskipun perubahan harga premium dan solar tidak diberlakukan secara serentak.
Berikut catatan perubahan harga BBM yang diberlakukan semasa kepemimpinan Soeharto:
- 3 Agustus 1967 Premium Rp4 dan solar Rp3,5
- 25 April 1968: Premium Rp16 dan solar Rp12,5
- 1 Juni 1970: Premium Rp25 dan solar Rp12,5
- 1 April 1972 Premium Rp35 dan solar Rp14
- 1 April 1973 Premium Rp41 - Solar Rp16
- 22 April 1974 Premium Rp46 dan solar Rp19
- 1 April 1975: Premium Rp57 dan solar Rp22
- 1 April 1976: Premium Rp70 dan solar Rp25
- 5 April 1979: Premium Rp100 dan solar Rp35
- 1 Mei 1980: Premium Rp150 dan solar Rp52,5
- 4 Januari 1982: Premium Rp240 dan solar Rp85
- 7 Januari 1983: Premium Rp320 dan solar Rp145
- 12 Januari 1984: Premium Rp350 dan solar Rp220
- 1 April 1985: Premium Rp385 - Solar Rp242
- 10 Juli 1986: Premium Rp385 dan solar Rp200
- 24 Mei 1990: Premium Rp450 dan solar Rp245
- 11 Juli 1991: Premium Rp550 dan solar Rp300
- 8 Januari 1993: Premium Rp700 dan solar Rp380
- 5 Mei 1998: Premium Rp1.200 dan solar Rp600
- 16 Mei 1998: Premium Rp1.000 dan solar Rp550
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Kondisi Jalur Distribusi...
Kondisi Jalur Distribusi Membaik, Penyaluran BBM di Sumatera Barat Kembali Stabil
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
Distribusi BBM di Sumut...
Distribusi BBM di Sumut Berangsur Normal, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Aman
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Rekomendasi
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved