OJK Catat Nominal Penyaluran Kredit Turun ke Rp6.159,33 Triliun
Senin, 05 September 2022 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, Dian menyebut, likuiditas industri perbankan pada Juli 2022 masih berada pada level yang memadai. Terlihat dari rasio alat likuid atau non-core deposit dan alat likuid atau DPK yang masing-masing sebesar 124,45% dan 27,92%. Level tersebut masih terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing, yakni pada level 50% dan 10%.
Sejalan dengan tren nasional, fungsi intermediasi perbankan di daerah pada bulan lalu juga tercatat dalam kondisi terjaga, dengan kecenderungan peningkatan penyaluran dana yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penghimpunan dana. Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) posisi Juli 2022 tercatat sebesar 76,51%, atau meningkat dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 73,13%.
Baca juga: Muhammad Mardiono Ditunjuk Jadi Plt Ketum PPP Gantikan Suharso Monoarfa
Sementara itu, likuiditas perbankan daerah pada Juli 2022 berada pada level yang memadai, sebagaimana tecermin pada non-core deposit dan DPK yang berada di atas threshold, masing masing 118,21% dan 24,17%.
Sejalan dengan tren nasional, fungsi intermediasi perbankan di daerah pada bulan lalu juga tercatat dalam kondisi terjaga, dengan kecenderungan peningkatan penyaluran dana yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penghimpunan dana. Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) posisi Juli 2022 tercatat sebesar 76,51%, atau meningkat dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 73,13%.
Baca juga: Muhammad Mardiono Ditunjuk Jadi Plt Ketum PPP Gantikan Suharso Monoarfa
Sementara itu, likuiditas perbankan daerah pada Juli 2022 berada pada level yang memadai, sebagaimana tecermin pada non-core deposit dan DPK yang berada di atas threshold, masing masing 118,21% dan 24,17%.
(uka)
Lihat Juga :