Kinerja IATA Gemilang, Komitmen Terus Tingkatkan Produksi Batu Bara
Kamis, 08 September 2022 - 17:49 WIB
loading...
IATA terus mencatatkan kinerja yang gemilang. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Laba PT MNC Energy Investments Tbk ( IATA ) meroket ditopang kenaikan harga batu bara. Ke depan, perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara.
Baca juga: Harga Batu Bara Meroket, Laba IATA Ikut Melesat
“IATA mengumumkan laporan keuangan H1-22 : rekor pendapatan sebesar USD84,5 juta dan laba bersih USD32,2 juta yang ditopang jumlah penjualan dan harga batu bara,”ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo , Kamis (8/9/2022).
Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi USD32,19 juta pada H1-2022, atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan USD3,85 juta pada semester I 2021. Laba bersih naik 335,55% dari USD3,63 juta pada kuartal II 2021 menjadi USD15,80 juta pada kuartal II 2022.
Hary mengungkapkan, IATA juga menargetkan untuk mengungguli pencapaian ini di H2-22. “Harga batu bara yang tinggi diperkirakan akan bertahan sampai tahun depan,”imbuh Hary.
IATA melaporkan peningkatan antara semester I 2022 dan semester I 2021 menggunakan dua metode. Pertama, menggunakan jumlah aktual IATA per semester I 2021, sebelum konsolidasi PT Bhakti Coal Resources (BCR). Kedua, sesuai dengan PSAK 38 DK24 yang mengharuskan laporan keuangan disajikan secara proforma setelah BCR dikonsolidasikan.
Berdasarkan hasil aktual semester I 2021, perseroan melaporkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 1.734,35% dari USD4,61 juta pada semester I 2021 menjadi USD84,50 juta pada semester I 2022. Demikian pula, EBITDA perseroan tumbuh dari USD545.000 pada semester I 2021 menjadi USD44,72 juta pada semester I 2022 atau sekitar 8.098,60%.
Baca juga: Harga Batu Bara Meroket, Laba IATA Ikut Melesat
“IATA mengumumkan laporan keuangan H1-22 : rekor pendapatan sebesar USD84,5 juta dan laba bersih USD32,2 juta yang ditopang jumlah penjualan dan harga batu bara,”ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo , Kamis (8/9/2022).
Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi USD32,19 juta pada H1-2022, atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan USD3,85 juta pada semester I 2021. Laba bersih naik 335,55% dari USD3,63 juta pada kuartal II 2021 menjadi USD15,80 juta pada kuartal II 2022.
Hary mengungkapkan, IATA juga menargetkan untuk mengungguli pencapaian ini di H2-22. “Harga batu bara yang tinggi diperkirakan akan bertahan sampai tahun depan,”imbuh Hary.
IATA melaporkan peningkatan antara semester I 2022 dan semester I 2021 menggunakan dua metode. Pertama, menggunakan jumlah aktual IATA per semester I 2021, sebelum konsolidasi PT Bhakti Coal Resources (BCR). Kedua, sesuai dengan PSAK 38 DK24 yang mengharuskan laporan keuangan disajikan secara proforma setelah BCR dikonsolidasikan.
Berdasarkan hasil aktual semester I 2021, perseroan melaporkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 1.734,35% dari USD4,61 juta pada semester I 2021 menjadi USD84,50 juta pada semester I 2022. Demikian pula, EBITDA perseroan tumbuh dari USD545.000 pada semester I 2021 menjadi USD44,72 juta pada semester I 2022 atau sekitar 8.098,60%.
Lihat Juga :