Indonesia Dinilai Cukup Kuat di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

Kamis, 08 September 2022 - 18:33 WIB
loading...
A A A
Namun setelah meningkatkan tensi geopolitik, ketidakpastian pada perekonomian kembali menjadi perhatian utama disebabkan oleh inflasi yang tidak kunjung turun akibat krisis energi dan pangan, serta potensi melambatnya pertumbuhan dunia. Ancaman resesi dunia diperkirakan terjadi lebih cepat di 2023 dibandingkan prediksi awal 2024 akibat kenaikan suku bunga sebagai respon dari inflasi tinggi namun dibarengi dengan perlambatan pertumbuhan PDB global.

Penggerak utama ekonomi dunia yaitu Amerika Serikat dan China, kata Patrick, sedang berusaha menghadapi tantangan perekonomiannya masing-masing. The Fed, bank sentral Amerika, berusaha memerangi inflasi domestik yang tinggi dengan menaikkan suku bunga dengan agresif.

Sementara itu, China yang saat ini masih melakukan lockdown di beberapa daerahnya serta mengalami masalah di sektor properti, juga masih berusaha membangkitkan perekonomiannya.

Dengan tidak menghadapi inflasi tinggi seperti Kawasan Eropa maupun Amerika, pemerintah China diharapkan bisa mengendalikan ekonominya dengan kebijakan moneter maupun fiskalnya. “China dengan rencana investasi besarnya di FAI (Fixed Asset Investment) di infrastruktur diharapkan bisa membalikkan arah perekonomian,” kata Patrick.

Patrick menilai Asia menjadi kawasan yang cukup baik sebagai alternatif investasi mengingat kawasan lain seperti Eropa dan Amerika terdampak langsung oleh krisis energi dan geopolitik saat ini. “Lebih khusus lagi, kawasan ASEAN menjadi pilihan investor karena menjadi kawasan yang diuntungkan akibat harga komoditas yang tinggi serta beralihnya rantai pasokan beberapa produk dari China ke ASEAN,” paparnya.

Untuk menghadapi situasi perekonomian dunia yang sangat menantang saat ini, Patrick menyarankan untuk berinvestasi dengan menyadari resiko investasi terlebih dahulu dan mendiversifikasi investasinya. “Pilihan perusahaan yang layak dijadikan tempat investasi adalah perusahaan dengan arus kas solid, bisa membagikan dividen, mewakili tema pembukaan ekonomi, serta memiliki fundamental yang baik,” saran Patrick.

Selain itu diharapkan investor memiliki time horizon yang panjang dalam berinvestasi. “Sektor yang dimaksudkan bisa meliputi financials, consumer, communication services, dan technology sectors,” kata dia.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Rekomendasi
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved