Semua Mata Beralih ke Rute Ukraina Saat Rusia Matikan Aliran Gas Eropa

Sabtu, 10 September 2022 - 05:51 WIB
loading...
Semua Mata Beralih ke...
Langkah Rusia menutup aliran gas dari Nord Stream, maka hanya menyisakan satu pipa besar yang membawa gas alam langsung ke Eropa. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Langkah Rusia menutup aliran gas dari Nord Stream , maka hanya menyisakan satu pipa besar yang membawa gas alam langsung ke Eropa . Dan rute itu terlihat semakin rentan seiring perang Rusia Ukraina yang berkepanjangan.

Jalur melalui Ukraina telah menjadi bagian dari pasokan yang tersingkir oleh perang, dan bisa berubah menjadi yang berikutnya bakal ditutup ketika konflik berlarut-larut dan ketegangan meningkat antara Moskow dan Eropa.

Baca Juga: Matikan Aliran Gas ke Eropa, Ini Syarat Rusia Agar Pipa Nord Stream 1 Dibuka Kembali

Meskipun beberapa negara yang dipandang bersahabat dengan Kremlin masih menerima gas, Rusia telah secara progresif mengurangi aliran ke ekonomi terbesar Eropa sebagai pembalasan atas sanksi. Kebijakan ini menjerumuskan kawasan Benua Biru itu ke dalam krisis.

"Selalu ada risiko koridor Ukraina menjadi tidak tersedia selama pertempuran berlanjut," kata Peneliti senior di Oxford Institute for Energy Studies, Katja Yafimava.

"Mengingat bahwa saat Nord Stream dimatikan, koridor Ukraina secara efektif merupakan rute terakhir berdiri untuk gas Rusia ke Eropa," ungkapnya.

Baca Juga: Rusia Stop Aliran Gas ke Eropa, Raksasa Energi Jerman: yang Terburuk Belum Datang

Pasokan harian Rusia melalui Ukraina tercatat sejauh ini kurang dari 40% dari volume transit dalam dikontrak sejak pertengahan Mei setelah titik masuk crossborder utama -Sokhranivka- tidak beroperasi. Operator jaringan Ukraina mengatakan, pihaknya kehilangan kendali atas fasilitas itu karena pendudukan pasukan di timur negara itu, yang berbatasan dengan Rusia.

Hal itu hanya menyisakan satu titik masuk operasi di Ukraina melalui Sudzha. Penghentian di sana tidak dapat dikesampingkan jika ada kerusakan fisik infrastruktur di tengah tindakan militer, menurut Vyacheslav Kulagin, kepala departemen di Institut Penelitian Energi di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Atau Ukraina dapat memutuskan untuk menghentikan transit jika kehilangan kendali atas wilayah yang dilintasi tautan itu, seperti yang terjadi pada Sokhranivka, kata Kulagin.

Jika pasokan melalui Ukraina ditutup, itu akan memotong setengah dari total ekspor pipa Rusia saat ini ke benua itu, yang berjumlah sekitar 80 juta meter kubik per hari. Hal itu akan membuat Gazprom mengirim gas melalui satu pipa TurkStream ke beberapa negara Eropa yang tidak memutuskan hubungan bisnis dengan Rusia meskipun ada sanksi.

"Jika pertimbangan geopolitik berlaku, TurkStream pada pandangan pertama tampaknya berada dalam posisi yang lebih istimewa daripada pipa lainnya," kata Seorang analis gas di Skoltech Project Center for Energy Transition dan ESG, Sergei Kapitonov.

"Target pasar pertama dan utamanya adalah Turki, yang dipandang sebagai 'negara sahabat' dalam kebijakan Rusia saat ini, dan pasar penjualan di Eropa termasuk Serbia dan Hongaria," bebernya.

Situasinya sudah menjadi sangat mengerikan di Eropa dan para politisi bergegas untuk meredam dampaknya dengan intervensi pasar yang drastis. Para menteri energi Uni Eropa bertemu Jumat ini untuk menyusun rencana, yang mungkin termasuk proposal untuk membatasi harga gas Rusia.

Langkah seperti itu akan berisiko semakin mengobarkan ketegangan dengan Kremlin. Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan pada hari Rabu, bahwa pasokan energi akan terputus bagi mereka yang membatasi harga.

Kanselir Jerman Olaf Scholz kembali menuduh Moskow melakukan pemerasan dengan menutup pasokan melalui Nord Stream dan Putin mengatakan itu "omong kosong."

Aliran Nord Stream

Kapan dimulainya kembali pasokan melalui Nord Stream, pipa bawah laut ke Jerman, masih belum jelas. Gazprom mengatakan, aliran dari pipa tersebut tidak dapat beroperasi sampai kerusakan peralatan diperbaiki.

Tetapi Siemens Energy, produsen turbin untuk stasiun kompresor Portovaya, mengatakan, kondisi itu tidak membenarkan penghentian pasokan. Menurut pandangan yang dibagikan oleh operator jaringan Jerman itu, alasan yang disampaikan tidak berdasar.

Bahkan sebelum penghentian aliran gas secara penuh, Nord Stream hanya beroperasi pada kapasitas 20% karena empat turbin tidak beraksi yang diklaim membutuhkan perbaikan besar atau beberapa servis di lokasi, menurut Gazprom.

Turbin lain saat ini terdampar di Jerman setelah melakukan perbaikan di Kanada. Gazprom mengatakan "keterikatan sanksi" telah menghalangi Siemens untuk menyediakan pemeliharaan.

Rute utama ketiga, Yamal-Eropa yang melintasi Belarus dan Polandia ke Jerman, telah berhenti sejak Mei ketika Rusia melarang Gazprom menjalin kerja sama apapun dengan EuRoPol Gaz, pemilik bagian Polandia. Tidak lama sebelum itu produsen gas Rusia menghentikan pasokan ke Polandia, karena negara itu termasuk di antara yang pertama menolak perintah Kremlin untuk membayar gas pipa dalam rubel.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Rekomendasi
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved