Rusia Ancam Membiarkan Eropa Membeku Saat Musim Dingin, Jika...
Senin, 12 September 2022 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Anggota parlemen Uni Eropa telah berulang kali menuduh Rusia menggunakan ekspor energi sebagai alat untuk menaikkan harga komoditas dan menabur ketidakpastian di seluruh blok. Moskow sendiri membantah telah menggunakan energi sebagai senjata.
Pekan lalu, raksasa energi milik negara Rusia, Gazprom mengklaim ada kebocoran minyak sehingga membuatnya mengambil langkah penutupan pipa gas Nord Stream 1 tanpa batas waktu, yang menghubungkan Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik.
Namun, Kremlin sejak itu mengatakan bahwa dimulainya kembali pasokan gas ke Eropa sepenuhnya tergantung pada UE jika mencabut sanksi ekonominya terhadap Moskow.
"Saya pikir apa yang telah ditunjukkan oleh krisis energi ini adalah bahwa kita membutuhkan energi terbarukan dan transisi energi hijau lebih cepat dari sebelumnya," kata Deepa Venkateswaran, analis senior Utilitas Eropa di Bernstein, kepada "Squawk Box Europe" CNBC..
"Pada titik ini, energi terbarukan tidak pernah (sebanyak ini) lebih murah daripada harga grosir, yang didorong oleh harga gas dan bahan bakar fosil," tambahnya.
Pekan lalu, raksasa energi milik negara Rusia, Gazprom mengklaim ada kebocoran minyak sehingga membuatnya mengambil langkah penutupan pipa gas Nord Stream 1 tanpa batas waktu, yang menghubungkan Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik.
Namun, Kremlin sejak itu mengatakan bahwa dimulainya kembali pasokan gas ke Eropa sepenuhnya tergantung pada UE jika mencabut sanksi ekonominya terhadap Moskow.
"Saya pikir apa yang telah ditunjukkan oleh krisis energi ini adalah bahwa kita membutuhkan energi terbarukan dan transisi energi hijau lebih cepat dari sebelumnya," kata Deepa Venkateswaran, analis senior Utilitas Eropa di Bernstein, kepada "Squawk Box Europe" CNBC..
"Pada titik ini, energi terbarukan tidak pernah (sebanyak ini) lebih murah daripada harga grosir, yang didorong oleh harga gas dan bahan bakar fosil," tambahnya.
(akr)
Lihat Juga :