Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik

Rabu, 14 September 2022 - 10:05 WIB
loading...
A A A
Banyak pihak mempertanyakan pilihan PKPU?
Saya sering dipanggil sama menteri yang enggak ada hubungannya dengan Garuda. Ditanya, kamu yakin menang PKPU? Enggak. Cuma saya bisa janjikan kepada Bapak dan tim, bahwa kita bekerja keras. There is logic process ini karena enggak ada ceritanya utang kita yang menumpuk ini diselesaikan dengan cara biasa. Cara satu-satunya restrukturisasi. Jadi, agak ngeri-ngeri sedap.

Apa yang Anda pikirkan pada saat awal memilih PKPU?
Itu masa-masa yang sangat kepengin keluar. Enggak tahan juga terhadap pressure-nya. Bukan kerjanya. Tapi bahwa kemudian apa yang akan terjadi selama pada proses PKPU-nya, saya bukan orang legal. Saya kerja kalau utang kita bayar. Ini utangnya gila-gilaan walaupun saya bisa bilang bukan saya yang bikin.

Bagaimana pembagian tugas untuk negosiasi dengan para kreditur?
Yang ngutang kita. Kita hadapi. Gila kan. Jadi, ada kasus-kasus yang cukup menarik, waktu kita negosiasi dan PKPU, heboh semua orang. Kita bagi tugas, saya minta semua direksi ketemu sama para kreditur. Ada yang telepon, ada yang ketemu. Kita menyaksikan ada beberapa kreditur rumahnya disita.

Apa yang dibicarakan dengan para kreditur?
Saya mengatakan dengan teman-teman direksi, kita memulai dengan meminta maaf. Akui saja, enggak usah menghindari dan berkelit. Kita datang dengan proposal. Kita bilang proposalnya bagus. Nah, itu kejadian pertama, morally dan mentally, saya mungkin para direksi lumayan shock. Problemnya, saya harus ngomong dengan para kreditur bahwa mayoritas utangnya akan dipotong 80%. Sisanya, diutangin lagi. Sebagian jadi saham. Untuk bank-bank sama BUMN, utangnya kita panjangin jadi 22 tahun. Bayarnya di ujung setelah 22 tahun, bunganya 0,1% per tahun. Jadi, gemetar saya.

Ada jenis pesawat yang tidak digunakan lagi?
Beberapa pesawat yang kita anggap enggak bisa bikin untung, makanya didrop. Ada dua tipe pesawat yang enggak cocok sama kita. Pertama, ATR yang kita pindahin ke Citilink. Kedua, CRJ Bombardier. Bombardier itu dari kita beli, setiap tahun rugi. Saat ini pesawat yang terbang 37 per hari. Setiap hari nambah. Sampai akhir tahun 60-an pesawat. Kita hanya akan terbang (rute) kalau itu menghasilkan untung.

Bagaimana dengan penerbangan ke luar negeri?
Asal tahu saja, semua rute itu yang hidup sebelum pandemi, selama pandemi kita tetap layani. Tahu enggak kenapa? Walaupun isinya sedikit, penumpangnya 10-20 dan pesawat segede alahim. Banyak orang enggak tahu, konstitusi kita menyatakan warga negara Indonesia di luar negeri, kalau mau pulang adalah kewajiban negara membawanya pulang.

Bagaimana menutupi kerugian penerbangan minim penumpang itu?
Di perjalanan akhirnya kita tahu bahwa ya sudah fokus ke kargo. Makanya tahun lalu, saya ke Manado. Kita bawa ikan ke Jepang dan segala macam. Penumpang biasanya menghindari barang melebihi batas bagasi karena mahal.Kita bikin diskon 80%. Kalau dari Singapura cuma $5 (per kg). Kenapa? Pertama, masih ada space di bawah. Kedua, kita ingin lebih banyak mendorong lokal.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, GDPS Berangkatkan Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Garuda Indonesia Turun...
Garuda Indonesia Turun Kelas: Skytrax Pangkas Status dari Bintang 5 ke Bintang 4
Garuda Hibahkan Pesawat...
Garuda Hibahkan Pesawat untuk Aceh, Wamenhaj: Permudah Jemaah Manasik Haji
Rekomendasi
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Berita Terkini
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved