Ini 2 Proyek Besar RI Hasil Utang ke China, Nilainya Fantastis

Jum'at, 16 September 2022 - 11:55 WIB
loading...
Ini 2 Proyek Besar RI Hasil Utang ke China, Nilainya Fantastis
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung salah satu proyek hasil utang Indonesia ke China. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Utang pemerintah selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) utang Indonesia ke China per Maret tercatat USD20,82 miliar. Sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) China telah menjadi salah satu negara pemberi utang terbesar ke Indonesia. Tidak hanya China, utang Indonesia juga menumpuk di Singapura dan Jepang. Berikut dua proyek besar hasil utang ke China.

1. Pembangunan Infrastruktur

Selama periode tahun 2015 hingga 2017 tercatat tambahan utang di era pemerintahan Jokowi banyak dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang sebesar Rp904,6 triliun. Besaran jumlah ini dialokasi kan untuk sektor pendidikan sebesar Rp.167,1 triliun, sektor kesehatan Rp 249,8 triliun, sektor perlindungan sosial Rp 299,6 triliun, dan DAK Fisik dan dana desa Rp 315,9 triliun. Baca Juga: Daftar 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia, No 1 Ternyata Tetangga

2. Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB)

Proyek Pembangunan KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) yang digarap oleh indonesia ini telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional pemerintahan dalam Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategi Nasional. Pada 2017, disepakati oleh Facility Agreement Pembiayaan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Beijing, China antara PT KCIC dan China Development Bank. Baca Juga: Riset: China Jebak Negara-negara Miskin dengan Utang Tersembunyi Rp5.504 Triliun

Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh kepala negara kedua pihak, Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping. Dalam pembangunan proyek ini Indonesia sendiri diperkirakan memakan biaya investasi hingga Rp 113,9 triliun. Jumlah tersebut meleset dari perhitungan awal sebesar Rp 84,3 triliun. Anggaran pertama ini adalah estimasi jika pembangunan kereta cepat rampung pada 2019. Sementara biaya terakhir adalah estimasi jika proyek tersebut selesai tahun ini. MG/Nabillah Amanda Rahmawaty

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0978 seconds (10.55#12.26)