Raih Pendanaan, Startup Binatu Perkuat Pondasi Bisnis
Jum'at, 16 September 2022 - 18:30 WIB
loading...
Ilustrasi usaha jasa laundry. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Usaha jasa yang terus tumbuh pesat ialah jasa binatu. Kebutuhan untuk mencuci dan menyetrika ragam pakaian membuat jasa laundry terus berkembang di tengah pandemi.
Faktor inilah yang membuat banyak orang melirik bisnis binatu. Kalau diperhatikan usaha ini sudah tersebar luas. Tidak cuma ada di perumahan juga di pusat belanja. Sejumlah pengusaha binatu mencoba mengembangkan usaha dengan menawarkan kemitraan untuk meningkatkan bisnis beberapa tahun belakangan.
Baca Juga: Jabat Direksi Perusahaan Startup, Keponakan Prabowo Siapkan Aplikasi Tandingan TikTok
Salah satunya Iziloh, sebuah start up aplikasi laundry marketplace yang akan menghubungkan pengusaha laundry dengan para konsumen melalui berbagai fitur layanan yang tersedia di aplikasi. Iziloh baru saja meraih pendanaan pre-seed di mana dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan usaha. Alokasi dana akan digunakan untuk memperkuat pondasi bisnis, memperluas jaringan mitra, melakukan pembinaan dengan memberikan training kepada para mitranya sehingga mitra bisa memberikan kualitas yang terbaik kepada konsumen.
"Dengan menggunakan aplikasi Iziloh, pengusaha laundry dapat mengatur outlet, mulai dari order, kasir, kurir, serta laporan transaksi," ujar CEO & Founder Iziloh Maria Eva Sriulina, di Jakarta, Jumat (16/9/2022).
Melalui aplikasi tersebut, tambah Eva, akan memudahkan pengusaha untuk menyediakan layanan binatu di Indonesia. Dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menikmati layanan cuci bersih yang cepat, bersih, dan terjangkau dengan adanya fasilitas kurir, serta turut menyejahterakan pelaku bisnis laundry.
Guna merangsang pertumbuhan bisnis pengusaha binatu, ME Laundry Training Centre bekerja sama dengan Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), CINET (International Committee of Textile Care), Ikatan Laundry Indonesia (ILI) mengadakan Indonesia Best Practise Laundry Awards - IBPLA 2022, untuk menseleksi nominator Global Best Practices Awards 2022. Sebuah ajang penghargaan tingkat dunia yang diselenggarakan setiap tahun.
Faktor inilah yang membuat banyak orang melirik bisnis binatu. Kalau diperhatikan usaha ini sudah tersebar luas. Tidak cuma ada di perumahan juga di pusat belanja. Sejumlah pengusaha binatu mencoba mengembangkan usaha dengan menawarkan kemitraan untuk meningkatkan bisnis beberapa tahun belakangan.
Baca Juga: Jabat Direksi Perusahaan Startup, Keponakan Prabowo Siapkan Aplikasi Tandingan TikTok
Salah satunya Iziloh, sebuah start up aplikasi laundry marketplace yang akan menghubungkan pengusaha laundry dengan para konsumen melalui berbagai fitur layanan yang tersedia di aplikasi. Iziloh baru saja meraih pendanaan pre-seed di mana dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan usaha. Alokasi dana akan digunakan untuk memperkuat pondasi bisnis, memperluas jaringan mitra, melakukan pembinaan dengan memberikan training kepada para mitranya sehingga mitra bisa memberikan kualitas yang terbaik kepada konsumen.
"Dengan menggunakan aplikasi Iziloh, pengusaha laundry dapat mengatur outlet, mulai dari order, kasir, kurir, serta laporan transaksi," ujar CEO & Founder Iziloh Maria Eva Sriulina, di Jakarta, Jumat (16/9/2022).
Melalui aplikasi tersebut, tambah Eva, akan memudahkan pengusaha untuk menyediakan layanan binatu di Indonesia. Dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menikmati layanan cuci bersih yang cepat, bersih, dan terjangkau dengan adanya fasilitas kurir, serta turut menyejahterakan pelaku bisnis laundry.
Guna merangsang pertumbuhan bisnis pengusaha binatu, ME Laundry Training Centre bekerja sama dengan Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), CINET (International Committee of Textile Care), Ikatan Laundry Indonesia (ILI) mengadakan Indonesia Best Practise Laundry Awards - IBPLA 2022, untuk menseleksi nominator Global Best Practices Awards 2022. Sebuah ajang penghargaan tingkat dunia yang diselenggarakan setiap tahun.
Lihat Juga :