Kisah Sri Mulyani jadi Direktur IMF 2002-2004, Ada Andil Megawati
Senin, 19 September 2022 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ditanya soal Koalisi Pilpres 2024, Megawati: Ya Sabar Sajalah Dulu
"Sebetulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati, karena Ibu itu yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di IMF. Itu pertama kali karena Ibu Mega yang menugaskan kepada saya," ungkap Sri Mulyani, dikutip SINDOnews dari tayangan video di kanal YouTube, Senin (19/9/2022).
“Di situlah saya mulai mengenal mengenai yang disebut institusi IMF dan World Bank, istilahnya mereka adalah The Bretton Woods Institutions,” sambung perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.
Sebagai Direktur Eksekutif IMF yang mewakili negara ASEAN, Sri Mulyani bertugas memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang dapat memengaruhi 12 negara di Asia Tenggara.
"Saya mewakili Indonesia dan 11 negara lain. Tujuannya untuk memperjuangkan suara-suara dari anggota IMF terutama pada saat kita bicara tentang program, isu-isu dan kebijakan yang bisa memengaruhi negara," tutur peraih penghargaan Euromoney Finance Minister of the Year dari majalah Euromoney pada 2006.
Baca juga: Profil Pendiri IMF John Keynes dan Harry White, Siapakah Dia?
Berlanjut di masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dimulai pada 20 Oktober 2004 hingga 2014, Sri Mulyani selain ditunjuk menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas pada 2004 dan Menteri Keuangan pada 2005, dia juga sempat berkarir di Bank Dunia (World Bank).
"Sebetulnya peranan saya di dunia internasional pertama kali itu karena Ibu Megawati, karena Ibu itu yang memberikan surat tugas saya menjadi Executive Director di IMF. Itu pertama kali karena Ibu Mega yang menugaskan kepada saya," ungkap Sri Mulyani, dikutip SINDOnews dari tayangan video di kanal YouTube, Senin (19/9/2022).
“Di situlah saya mulai mengenal mengenai yang disebut institusi IMF dan World Bank, istilahnya mereka adalah The Bretton Woods Institutions,” sambung perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962.
Sebagai Direktur Eksekutif IMF yang mewakili negara ASEAN, Sri Mulyani bertugas memperjuangkan aspirasi dan kebijakan yang dapat memengaruhi 12 negara di Asia Tenggara.
"Saya mewakili Indonesia dan 11 negara lain. Tujuannya untuk memperjuangkan suara-suara dari anggota IMF terutama pada saat kita bicara tentang program, isu-isu dan kebijakan yang bisa memengaruhi negara," tutur peraih penghargaan Euromoney Finance Minister of the Year dari majalah Euromoney pada 2006.
Baca juga: Profil Pendiri IMF John Keynes dan Harry White, Siapakah Dia?
Berlanjut di masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dimulai pada 20 Oktober 2004 hingga 2014, Sri Mulyani selain ditunjuk menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas pada 2004 dan Menteri Keuangan pada 2005, dia juga sempat berkarir di Bank Dunia (World Bank).
Lihat Juga :