Kondisi Bisnis Kian Menantang, Pakar: Kalau Nggak Kolab, Bakal Kolaps!

Senin, 19 September 2022 - 10:45 WIB
loading...
Kondisi Bisnis Kian...
Pakar marketing dan Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF) Yuswohady. Foto/MPI/Advenia Elisabeth
A A A
JAKARTA - Pakar pemasaran sekaligus Founding Chairman Indonesia Brand Forum (IBF) Yuswohady menegaskan, di era sekarang ini strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi melainkan berkolaborasi.

“Dalam kondisi seperti ini, dan terutama pasca pandemi, strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan koopetisi, alias berkolaborasi. Ini adalah jantungnya keunggulan bisnis,”kata Siwo, sapaan akrab Yuswohady, dalam webinar Indonesia Brand Forum (IBF) secara virtual, Senin (19/9/2022).

Dengan kolaborasi, kata dia, masing-masing pihak, baik brand maupun korporat dapat saling bahu-membahu mengintegrasikan ekosistem fisik maupun digital.

“Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua pihak,” tandas penulis sejumlah buku marketing dan brand.

Baca juga: Tak Takut Diembargo AS, Sandiaga Uno Dorong Brand Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Menurut Siwo, kolaborasi kian penting karena dari hari ke hari masyarakat dan dunia bisnis menghadapi situasi mutakhir yang semakin tinggi tingkat ketidakpastiannya (uncertainty).

Dia merujuk fakta bahwa setelah dilanda aneka disrupsi digital dan milenial, serta datangnya pandemi, disusul meletusnya perang Rusia-Ukraina, kini masyarakat dan dunia bisnis menghadapi beragam tantangan baru yang tidak mudah.

Baca juga: Ekonomi Rusia Tidak Akan Pulih dari Perang Ukraina hingga 2030

Mulai dari beban kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), hingga kebijakan pemerintah yang terkadang tak menentu.

“Disrupsi semacam itu membuat kita semua, anggota masyarakat dan dunia bisnis menghadapi dampak ekonomi dan psikologis yang tidak ringan. Situasi ketidakpastian yang makin tinggi ini menuntut kita bersikap cerdas dan cermat," tuturnya.



Oleh karena itu, Siwo bilang, saat ini waktu yang tepat bagi para pelaku bisnis untuk menyatukan kekuatan satu sama lain, dan bergandengan tangan bersama.

"Istilah saya, ke depannya kita harus berkolaborasi, karena ‘kalau nggak kolab, bakal kolaps’. Jangan sendirian menghadapi tantangan ini, apalagi berkompetisi tak keruan, berperang tanpa arah," tukasnya.

Dengan kolaborasi, sambung Yuswohady, akan tercipta situasi win-win. Sebaliknya, tanpa kolaborasi, pelaku bisnis menghabiskan banyak energi dan sumber daya tapi tak menciptakan situasi yang saling menguntungkan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
NHM Dorong Pembelajaran...
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC
Layanan Laundry Kian...
Layanan Laundry Kian Menjadi Bagian Gaya Hidup Modern
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Grab Business Forum...
Grab Business Forum 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Pemimpin Bisnis
Rekomendasi
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup C Piala Dunia 2026: Maroko Ukir Sejarah, Vinicius Sentuh Rekor 3 Legenda Brasil
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
Berita Terkini
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved