India Larang Ekspor Beras, Filipina dan Indonesia Bisa Terpukul

Senin, 19 September 2022 - 14:39 WIB
loading...
India Larang Ekspor...
Larangan ekspor beras oleh Pemerintah India diperkirakan bakal berdampak bagi Indonesia yang sebagian berasnya berasal dari impor. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Dalam upaya untuk mengendalikan harga domestik, pemerintah India melarang ekspor beras pecah. Perusahaan jasa finansial global Nomura menilai langkah pengekspor beras terbesar di dunia ini akan berdampak di seluruh Asia.

Selain melarang ekspor beras pecah, pemerintah India juga mengenakan pajak ekspor 20% untuk beberapa jenis beras mulai 9 September 2022. Nomura memperkirakan dampaknya terhadap negara-negara di Asia tidak akan merata. Filipina dan Indonesia diperkirakan akan paling terdampak oleh larangan tersebut.

Baca Juga: Agustus Deflasi tapi Harga Beras dan Telur Ayam Masih Tinggi

India menyumbang sekitar 40% dari pengiriman beras global, mengekspor ke lebih dari 150 negara. Ekspor beras India mencapai 21,5 juta ton pada tahun 2021. Jumlah itu lebih dari total ekspor dari empat eksportir biji-bijian terbesar berikutnya, yakni Thailand, Vietnam, Pakistan dan Amerika Serikat.

Tetapi produksi telah menurun sebesar 5,6% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2 September akibat curah hujan monsun di bawah rata-rata, yang mempengaruhi panen.

"Untuk India, Juli dan Agustus adalah bulan paling penting untuk curah hujan, karena mereka menentukan berapa banyak beras yang ditaburkan," kata Kepala Ekonom Sonal Varma, seperti dilansir CNBC, Senin (19/9/2022). Tahun ini, tambah dia, pola hujan monsun yang tidak merata selama bulan-bulan tersebut telah mengurangi produksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Prabowo dan Modi Resmikan...
Prabowo dan Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
Rekomendasi
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved