Kolaborasi Bisnis Ciptakan Situasi Win-win Antar Pelaku Usaha, Ini Buktinya
Selasa, 20 September 2022 - 07:25 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi menjadi kata kunci yang penting dan harus dipraktikan dalam berbisnis di era saat ini. Dengan kolaborasi, akan tercipta situasi win-win antar pelaku usaha.
Konsep kolaborasi bisnis ini sudah banyak diterapkan di dunia usaha, salah satunya yang dilakukan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (pemilik jaringan Alfamart) dengan PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin).
Kedua entitas bisnis yang berbeda itu sepakat berkolaborasi melalui integrasi teknologi digital perbankan milik Bank Aladin dengan ekosistem milik Alfamart.
Baca juga: 3 Strategi Kolaborasi Gaet Pasar di Tengah Kondisi Bisnis yang Menantang
Konkretnya, Aladin Bank meluncurkan fitur tarik-setor tunai (tarsetun) di seluruh gerai Alfamart di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 17.800 gerai.
Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh dalam webinar Indonesia Brand Forum (IBF), Senin (19/9) mengatakan, ada beberapa alasan utama Alfamart bisa berkolaborasi dengan bank Aladin.
Pertama adalah potensi market itu sendiri, di mana terdapat sekitar 77% masyarakat Indonesia yang masih unbankable. Kedua, adanya kesamaan segmen dan tujuan.
Konsep kolaborasi bisnis ini sudah banyak diterapkan di dunia usaha, salah satunya yang dilakukan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (pemilik jaringan Alfamart) dengan PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin).
Kedua entitas bisnis yang berbeda itu sepakat berkolaborasi melalui integrasi teknologi digital perbankan milik Bank Aladin dengan ekosistem milik Alfamart.
Baca juga: 3 Strategi Kolaborasi Gaet Pasar di Tengah Kondisi Bisnis yang Menantang
Konkretnya, Aladin Bank meluncurkan fitur tarik-setor tunai (tarsetun) di seluruh gerai Alfamart di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 17.800 gerai.
Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh dalam webinar Indonesia Brand Forum (IBF), Senin (19/9) mengatakan, ada beberapa alasan utama Alfamart bisa berkolaborasi dengan bank Aladin.
Pertama adalah potensi market itu sendiri, di mana terdapat sekitar 77% masyarakat Indonesia yang masih unbankable. Kedua, adanya kesamaan segmen dan tujuan.
Lihat Juga :