Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp14.983, Khawatir Kenaikan Suku Bunga

Selasa, 20 September 2022 - 17:38 WIB
loading...
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah hari ini ditutup melemah. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 6 poin di level Rp 14.983 atas dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan sore ini, Selasa (20/9/9). Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, salah satu faktor internal pemicu mata uang garuda ini melemah karena kebijakan subsidi energi yang diresmikan tahun ini.

"Tahun ini dinilai momentum yang paling tepat dengan pertimbangannya adalah masih adanya ruang diskresi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022 terkait defisit dan soal ongkos politik yang akan makin besar jika ditunda," jelasnya melalui keterangan resmi yang dikutip oleh MPI, Selasa (20/9/22).

Lihat SINDOgrafis: Uang Rupiah Tahun 1995 Ditarik Bank Indonesia dari Peredaran

Dia melanjutkan bahwa kebijakan tersebut akan menimbulkan beberapa implikasi, seperti inflasi meski sifatnya temporer, serta resistensi dan pro kontra dari masyarakat terhadap kebijakan baru.

Dia menambahkan ruang diskresi terkait defisit pada APBN 2022 dan kondisi APBN semester I 2022 yang surplus juga menjadi semakin menguatkan bahwa momentum reformasi kebijakan subsidi yang tepat adalah tahun ini. Dengan demikian, jika terjadi risiko akibat reformasi tersebut masih dapat diredam dengan fleksibilitas APBN.

Selain itu, survei pemantauan harga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada minggu III September 2022 menunjukkan, perkembangan inflasi sampai dengan minggu ketiga September 2022 diperkirakan inflasi sebesar 1,09% (mtm). Sedangkan penyumbang inflasi, yaitu bensin sebesar 0,91% (mtm), angkutan dalam kota sebesar 0,04% (mtm).

Kemudian, lanjutnya, angkutan antar kota, telur ayam ras, dan beras masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta rokok kretek filter dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

"Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," ucapnya.

Sementara itu, pengaruh eksternal adalah dolar AS tetap berada dibawah level tertingginya karena investor bersiap atas kemungkinan kenaikan suku bunga yang agresif oleh The Fed untuk mengendalikan inflasi yang semakin memanas.

"Bank Sentral secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bps pada hari Rabu," tambahnya.

Baca Juga: Kurs Rupiah Nyaris Tembus Rp15.000 per Dolar AS, Pengamat: Naikkan Suku Bunga

Bahkan para pelaku pasar juga memperkirakan kemungkinan kenaikan mengejutkan sebesar 100 basis point. Ekspektasi untuk kenaikan tajam oleh The Fed diperkuat setelah data pekan lalu menunjukkan inflasi AS mendekati level tertinggi 40 tahun pada Agustus.

Di samping itu, dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (21/9) mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.970 - Rp 15.020.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved